PLT KEPSEK SMKN 4 BENGKULU MAIN PETAK UMPET: JANJI TEMU DILANGGAR, WARTAWAN DIABAIKAN

More articles

BENGKULU, Investigasi.News – Janji tinggal janji. Itikad baik tinggal wacana. Kepala SMKN 4 Kota Bengkulu diduga mempermainkan wartawan dengan membatalkan pertemuan sepihak. Padahal jadwal konfirmasi sudah disepakati bersama.

Alih-alih dapat jawaban, wartawan justru disuguhi ruang tunggu tanpa kejelasan. Tidak ada konfirmasi ulang. Tidak ada permintaan maaf. Hanya diam.

*Pengecut atau Ada yang Ditutup?*
SMKN 4 Bengkulu bukan warung kopi. Ini lembaga pendidikan negeri. Digaji negara. Digaji dari pajak rakyat. Maka setiap rupiah + setiap kebijakan wajib bisa dipertanggungjawabkan.

UU No. 14/2008 Keterbukaan Informasi Publik jelas: badan publik wajib membuka akses informasi. Menghindar dari wartawan = menghindar dari rakyat.

Sekolah Negeri Tutup Pintu Informasi, Publik Berhak Curiga Ada Sesuatu yang Disembunyikan.(foto:Invs)

Baca Juga :  Usin Sembiring Gelar Reses: Permudah Perizinan UMKM dan Kelola Sampah Bernilai Ekonomi

Ketika pintu konfirmasi ditutup rapat, publik wajar bertanya: isu apa yang bikin gentar? Kebijakan apa yang takut dikritik? Masalah apa yang takut terbongkar?

*Ini Bukan Sekadar Etika, Ini Pelanggaran*
Sikap “disepakati tapi diabaikan” adalah bentuk pengabaian fungsi kontrol sosial pers. Wartawan bukan musuh. Wartawan corong publik.

Kepala SMKN 4 Bengkulu sebagai pejabat publik punya 2 pilihan: 1. Hadap, jelaskan, buka data. 2. Diam, dan biarkan stigma “ada yang ditutup-tutupi” makin liar.

*Tantangan Terbuka*
Redaksi menantang Kepala SMKN 4 Bengkulu buktikan komitmen transparansi. Tentukan jadwal baru. Buka ruang dialog. Serahkan data yang diminta sepanjang tidak dikecualikan UU.

Hingga berita tayang, hak jawab tetap terbuka lebar untuk beliau. Diam = publik menilai sendiri.

Baca Juga :  Provinsi Bengkulu Alami Inflasi Sebesar 1,28 Persen pada Maret 2025

Sekolah mendidik murid jadi jujur. Masa pimpinannya ngajarin publik cara menghindar?

Penulis :Red

 

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest