BNGKULU TENGAH, Investigasi.News – Jagat media sosial Bengkulu Tengah kembali gaduh. Sebuah foto yang menampilkan sosok yang disebut-sebut sebagai aktivis berinisial M.T bersama dua orang perempuan beredar luas sejak Senin 8 September 2026.
Tanpa ada penjelasan dan konteks yang jelas, foto tersebut langsung memicu komentar liar dan berpotensi mencoreng citra dunia aktivis serta lembaga sosial di daerah.
Sampai berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari M.T maupun dari lembaga tempat yang bersangkutan bernaung.
“Aktivis Itu Garda Moral, Bukan Bahan Gosip”
Ketua Umum LSM COBRA yang tergabung dalam GOLBE, Amri Junaidi, tidak menutup-nutupi kekecewaannya.
“Kami menyayangkan sekali. Seorang aktivis itu tugasnya mengawal moral dan transparansi publik. Kalau ada perilaku yang tidak sesuai etika dan norma, dampaknya bukan ke pribadi saja. Ini bisa merusak nama baik seluruh gerakan sosial di Bengkulu Tengah,” tegas Amri.
Amri menegaskan, COBRA – GOLBE tidak menghakimi sebelum ada kejelasan. Namun pihaknya mendesak agar persoalan ini tidak dibiarkan menggantung.
Desak Klarifikasi Terbuka dan Tegakkan Etika Organisasi
COBRA – GOLBE meminta pihak yang bersangkutan dan lembaganya segera buka suara. Klarifikasi terbuka penting dilakukan agar tidak ada ruang bagi spekulasi liar yang justru memperkeruh suasana.
Selain itu, setiap aktivis dan lembaga wajib menjunjung tinggi etika serta AD/ART organisasi. Marwah lembaga harus dijaga. Jika di kemudian hari terbukti ada pelanggaran, maka sanksi tegas sesuai aturan internal harus dijalankan tanpa pandang bulu.
COBRA – GOLBE juga mengingatkan agar publik dan netizen tidak ikut menyebarkan narasi liar di media sosial. Penyebaran informasi yang tidak berimbang dan menyerang kehormatan seseorang dapat berujung pada pelanggaran `UU ITE No. 11 Tahun 2008 jo UU 19/2016 Pasal 27 ayat 3` tentang pencemaran nama baik dengan ancaman pidana dan denda.
“Silakan sampaikan kritik, silakan viralkan fakta. Tapi jangan fitnah dan jangan main hakim sendiri di TikTok. Kalau ada bukti pelanggaran hukum, bawa ke aparat. Jangan rusak nama baik lembaga karena emosi sesaat,” ujar Amri menutup.
Tunggu Itikad Baik dari Pihak Terkait
LSM COBRA – GOLBE berharap klarifikasi segera dilakukan agar polemik cepat selesai dan kepercayaan publik pada gerakan sosial tidak runtuh.
Catatan Redaksi: Pihak yang disebut dalam pemberitaan ini memiliki hak jawab dan hak klarifikasi. Redaksi http://Investigasi.News membuka ruang seluas-luasnya untuk konfirmasi lebih lanjut.
Penulis: Redaksi





