Rejang Lebong, Investigasi. News – kantor perwakilan Bank Indonesia provinsi Bengkulu Menggelar Pelatihan Wartawan Ekonomi Di Spanak Hotel curup. Senin 8/2026
Kegiatan bertema “Sinergi Bank Indonesia dan Media dalam Mengomunikasikan Kebijakan dan Mengangkat Potensi Ekonomi Daerah” ini diikuti puluhan wartawan dari media cetak, online, dan elektronik se-Provinsi Bengkulu.
Pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat.
BI Dorong Media Jadi Mitra Strategis
Dalam sambutannya, Wahyu menyebut media memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antara Bank Indonesia dan masyarakat.
“Sinergi antara Bank Indonesia dan media sangat penting. Kebijakan BI harus dikomunikasikan dengan baik agar mudah dipahami masyarakat. Di sisi lain, media juga berperan besar dalam mengangkat potensi ekonomi daerah agar dikenal lebih luas, termasuk ke pasar nasional dan internasional,” ujar Wahyu.
Ia berharap wartawan tidak hanya memberitakan indikator ekonomi seperti inflasi dan suku bunga. “Melalui pelatihan ini kami berharap para jurnalis bisa menjadi mitra strategis BI. Tidak hanya menyampaikan data inflasi atau suku bunga, tapi juga mengangkat cerita sukses UMKM, inovasi daerah, dan peluang investasi di Bengkulu,” tegasnya.
Angkat Potensi Kopi, Lada, Porang hingga Pariwisata
Wahyu menilai Provinsi Bengkulu memiliki beragam potensi ekonomi unggulan yang perlu dipromosikan lebih masif. Potensi itu mencakup komoditas kopi Kepahiang yang telah menembus pasar ekspor Italia, lada, porang, aren, serta sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Menurutnya, pemberitaan yang konsisten mengenai potensi ekonomi daerah dapat membantu memperluas pengenalan produk dan komoditas Bengkulu, sekaligus membuka peluang pasar dan investasi.
Materi: Kebijakan Moneter, Inflasi, Hingga Digitalisasi QRIS
Dalam pelatihan, peserta mendapatkan materi dari internal BI Bengkulu dan praktisi media. Materi mencakup kebijakan moneter dan makroprudensial, perkembangan ekonomi Bengkulu dan inflasi daerah, digitalisasi sistem pembayaran dan QRIS, serta teknik penulisan berita ekonomi yang komunikatif.
Peserta juga mengikuti diskusi dan bedah kasus mengenai pemberitaan ekonomi di daerah. Sesi ini diarahkan agar wartawan mampu mengolah data ekonomi menjadi informasi yang lebih menarik, kontekstual, dan mudah dipahami masyarakat.
Salah satu peserta, Aminudin, wartawan dari Kota Bengkulu, mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Ini sangat bermanfaat. Kami jadi lebih paham data BI dan cara mengemasnya agar tidak kaku. Harapannya ke depan ada pelatihan lanjutan dengan fokus ke penulisan feature ekonomi daerah,” ujarnya.
Menutup kegiatan, Wahyu kembali menegaskan pentingnya keberlanjutan kolaborasi. “Media adalah mitra kami. Mari bersama-sama kita jaga stabilitas ekonomi dan kita gaungkan potensi Bengkulu ke dunia luar. Karena kalau Bengkulu dikenal, investasi datang, UMKM naik kelas, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” tutup Wahyu Yuwana Hidayat.
Penulis: Redaksi





