Beranda blog

Herwin Suberhani Ucapkan Selamat Datang Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Ajak Masyarakat Bengkulu Manfaatkan Momen Berkah

0
Herwin Suberhani Ucapkan Selamat Datang Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Ajak Masyarakat Bengkulu Manfaatkan Momen Berkah. (Foto:Ny)

BENGKULU, Investigasi.News– Herwin Suberhani, Wakil Ketua Fraksi Gerindra dan Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Bengkulu, mengucapkan selamat datang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah kepada seluruh umat muslim di Provinsi Bengkulu. Dalam pesan Ramadhan-nya, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momen penuh berkah ini sebagai sarana untuk meningkatkan ibadah, mempererat tali silaturahmi, serta berkontribusi pada kemajuan daerah.

“Marhaban Ya Ramadhan! Bulan suci yang penuh berkah ini datang sebagai kesempatan bagi kita semua untuk menyucikan hati, memperbaiki diri, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT serta sesama,” ujar Herwin Suberhani.

Sebagai Wakil Ketua Komisi 1 yang menangani bidang pemerintahan, termasuk tata kelola dan regulasi daerah, Herwin juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjalankan berbagai program pembangunan selama Ramadhan. Ia berharap, bulan suci ini dapat membawa kedamaian, kemakmuran, serta solusi bagi berbagai tantangan yang dihadapi Provinsi Bengkulu, seperti perbaikan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita juga harus tidak melupakan saudara-saudara yang kurang beruntung. Mari kita tingkatkan kepedulian sosial, seperti berbagi makanan berbuka puasa, membantu keluarga miskin, dan mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Herwin juga mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadhan, serta menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan dan kesadaran.

 

Penulis :Ny

Persoalan Lahan Perkebunan di Mukomuko: Perlu Klaifikasi Resmi yang Cepat

0
Persoalan Lahan Perkebunan di Mukomuko: Perlu Klaifikasi Resmi yang Cepat. (Foto: HD)

Mukomuko, Investigasi.News– Persoalan wilayah lahan perkebunan yang kembali muncul di Kabupaten Mukomuko menjadi cerminan penting terkait bagaimana pengelolaan lahan dan kepastian hukum bagi masyarakat harus diutamakan.17/2/2026

 

Sejumlah warga dari eks Trans Desa C/1 Semundam (MMC) dan Desa Tanjung Jaya menyampaikan bahwa sebagian areal perkebunan PT Agro Muko, khususnya kawasan Batu Tambun Divisi 5 seluas sekitar 60 hektare, diduga termasuk dalam wilayah administrasi kedua desa tersebut.

“Menurut para sesepuh kami, wilayah Batu Tambun Divisi 5 yang dikelola PT Agro Muko itu masuk ke lahan dua desa, yaitu Tanjung Jaya dan MMC,” ujar Sulbani, salah seorang warga MMC dalam temu wicara dengan awak media.

Selain kekhawatiran terkait batas wilayah, masyarakat juga menghadapi masalah kepastian lokasi fisik lahan mereka yang sudah memiliki sertifikat. “Warga yang memegang sertifikat tanah sampai sekarang tidak tahu di mana letak tanahnya secara pasti di lapangan,” tambahnya.

Warga menduga persoalan ini bermula sejak awal tahun 1992 ketika PT Bumi Kalo Tama Lestari membuka lahan untuk tanaman cokelat, yang kemudian diambil alih oleh PT Agro Muko sekitar tahun 1997. Upaya penandaan batas wilayah yang pernah dilakukan juga disebut telah dicabut oleh pihak perusahaan. Masyarakat bahkan telah melakukan pengecekan menggunakan GPS yang mereka klaim menunjukkan wilayah tersebut termasuk dalam dua desa tersebut.

Sampai saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari PT Agro Muko maupun dinas terkait di Pemkab Mukomuko. Perlu adanya langkah klarifikasi yang cepat dan transparan dari semua pihak terkait untuk menjawab kekhawatiran masyarakat, serta menemukan solusi yang adil guna menjaga keharmonisan dan kepastian hukum di wilayah tersebut.

 

 

Penulis : HD

Reses Perdana 2026 – Jembatan Antara Aspirasi Warga dan Realitas Anggaran

0
Reses Perdana 2026 – Jembatan Antara Aspirasi Warga dan Realitas Anggaran. (Foto:Ny)

Bengkulu, Investigasi.News -Kegiatan reses pertama anggota DPRD Kota Bengkulu Sudisman di Kecamatan Ratu Agung pada Selasa (17/2/2026) menjadi bukti konkret bagaimana mekanisme demokrasi berjalan di tingkat daerah.

 

Acara yang bertujuan menyerap aspirasi warga ini mengungkapkan persoalan mendasar yang tengah dihadapi masyarakat – mulai dari kebutuhan akan infrastruktur seperti siring, jalan, lampu jalan, hingga penanganan sampah. Namun, di balik kesungguhan dalam memperjuangkan harapan rakyat, terdapat tantangan berat berupa keterbatasan anggaran yang tak bisa diabaikan.

Aspirasi Warga Sebagai Prioritas yang Tak Bisa Tertunda

Keluhan warga tentang wilayah yang masih “gelap gulita” dan berpotensi menjadi sarana kejahatan, serta masalah sampah yang belum terselesaikan, menunjukkan urgensi yang tinggi. Bahkan, sebagian aspirasi ini sudah diajukan sejak 2024 namun belum terealisasi. Hal ini mengingatkan kita bahwa kebutuhan dasar masyarakat tidak bisa ditunda terus-menerus. Infrastruktur yang baik bukan hanya tentang kenyamanan, melainkan juga keamanan dan kualitas hidup warga.

Reses Perdana 2026 – Jembatan Antara Aspirasi Warga dan Realitas Anggaran. (Foto:Ny)

Realitas Keterbatasan Anggaran yang Harus Diterima

Pemangkasan dana transfer dari pusat sebesar sekitar Rp167 miliar pada 2026, yang membuat total dana yang diterima Kota Bengkulu hanya sekitar Rp742 miliar, menjadi kendala utama. Kondisi ini bukan hanya terjadi di Kota Bengkulu, melainkan di seluruh Indonesia akibat kebijakan efisiensi anggaran. Pemerintah daerah dan DPRD berada pada posisi yang sulit – harus memilah mana program yang paling mendesak tanpa bisa memenuhi semua harapan masyarakat. Ini bukan tentang siapa yang salah, melainkan tentang bagaimana mengelola sumber daya yang terbatas dengan sebaik-baiknya.

Kolaborasi adalah Kunci Menuju Solusi

Langkah Sudisman yang meminta masyarakat menyampaikan usulan secara rinci untuk diperjuangkan dalam anggaran 2027 adalah langkah yang tepat. Ini menunjukkan transparansi dan komitmen untuk tidak mengabaikan aspirasi warga. Selain itu, harapan akan penambahan dana transfer dari pusat sebelum APBD Perubahan 2026 disahkan patut didukung, namun kita juga perlu berpikir tentang upaya mandiri daerah dalam mengelola keuangan dan memprioritaskan program-program strategis.

Reses ini seharusnya bukan hanya menjadi momen penyerapan aspirasi, melainkan juga kesempatan untuk membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.

 

Dengan pemahaman bersama tentang realitas yang dihadapi, diharapkan dapat tercipta sinergi yang kuat untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan bermanfaat bagi seluruh warga Kota Bengkulu.

 

 

Penulis :Ny