Beranda blog

Ekonomi Bengkulu Tumbuh 4,80 Persen, Angka Kemiskinan Turun hingga 12,08 Persen pada 2025  

0
Ekonomi Bengkulu Tumbuh 4,80 Persen, Angka Kemiskinan Turun hingga 12,08 Persen pada 2025.Senin 2/3/2026 (foto:Nyy/In vs)  

Bengkulu, Investigasi.News- Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menyampaikan capaian kinerja Provinsi Bengkulu melalui Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu pada Senin (2/3). Data makroekonomi menjadi sorotan utama dengan pertumbuhan ekonomi yang melesat dan angka kemiskinan yang menunjukkan tren positif.

 

“Secara umum, pencapaian kinerja makro Provinsi Bengkulu pada tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan ekonomi positif sebesar 4,80 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 4,62 persen,” ujar Mian yang mewakili Gubernur dalam kesempatan tersebut.

Ekonomi Bengkulu Tumbuh 4,80 Persen, Angka Kemiskinan Turun hingga 12,08 Persen pada 2025.Senin 2/3/2026
(foto:Nyy/Invs)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di daerah tersebut juga turun menjadi 12,08 persen, menjadi bukti nyata dari upaya pembangunan yang gencar dilakukan.

 

Selain kemajuan di sektor ekonomi, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga mengutamakan program sosial yang menyentuh masyarakat langsung. Salah satu program unggulan adalah Program Orang Tua Asuh, yang tidak hanya memberikan santunan kepada anak yatim, tetapi juga mendukung terwujudnya “Bengkulu Religius”.

 

“Program ini juga fokus pada pemakmuran masjid dan fasilitasi seluruh kegiatan keagamaan, menjadikannya bagian penting dari pembangunan berbasis nilai budaya dan agama,” jelas Mian.

 

 

Penulis : Nyy

 

Operasi Ketupat 2026, Polri Siapkan 2.746 Posko Pengamanan hingga Pelayanan 

0
Operasi Ketupat 2026, Polri Siapkan 2.746 Posko Pengamanan hingga Pelayanan .(foto:ist)

JAKARTA, Investigasi.News- Polri melaksanakan Operasi Ketupat 2026 dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah selama dua pekan sejak tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026.

 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan telah menyiapkan 2.746 posko untuk memberikan pengamanan hingga pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran.

 

Sigit merinci sebanyak 1.624 posko akan difokuskan untuk pengamanan serta sebagai pusat informasi dan pengaturan arus lalu lintas. Ribuan posko ini bakal disiapkan di seluruh Indonesia.

 

Sementara, 779 lainnya akan digunakan sebagai posko pelayanan untuk tempat istirahat bagi pengemudi yang kelelahan. Sedangkan 343 posko terpadu akan digunakan sebagai pusat kendali operasi ketupat 2026.

 

“Yang tentunya di dalamnya juga ada tempat rest area dan berbagai macam layanan yang kita siapkan bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik dan balik,” kata Sigit di rapat koordinasi lintas sektoral di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

 

Lebih lanjut, Sigit mengatakan total ada 185.608 objek pengamanan yang menjadi fokus petugas. Mulai dari tempat ibadah, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api dan bandara.

 

“Tentunya perlu ada pelibatan stakeholder terkait untuk bersama-sama memberikan pelayanan di tempat wisata, tempat ibadah, transportasi umum, jalur mudik baik tol maupun arteri, jalur penyeberangan lintas pulau, dan pusat perbelanjaan serta rest area,” tutup Sigit.

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Amankan Terduga Pelaku Propaganda dan Provokasi Digital Jaringan PIS di Mimika*

0
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Amankan Terduga Pelaku Propaganda dan Provokasi Digital Jaringan PIS di Mimika. (Foto:ist)

Mimika, Investigasi.News– Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 pada Jumat (1/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIT mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam penyebaran propaganda dan provokasi melalui media sosial. Penindakan dilakukan di SP3 Trans DMT Utikini Tiga, Kuala Kencana, Mimika, Papua Tengah, setelah aparat mengantongi bukti permulaan yang cukup atas aktivitas digital yang dinilai memicu keresahan di tengah masyarakat.

 

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, terduga pelaku diketahui merupakan bagian dari jaringan PIS (Papua Inteligence Service). Ia diduga aktif mengunggah konten berisi ujaran kebencian, narasi provokatif, serta materi kekerasan yang berkaitan dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Unggahan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan serta mendorong gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua.

 

Dalam proses penyidikan, berdasarkan hasil gelar perkara, terduga pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 263 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta Pasal 35 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Atas perbuatannya, yang bersangkutan terancam pidana penjara paling lama 12 tahun dan denda maksimal Rp12 miliar.

 

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penindakan terhadap pelaku propaganda digital merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas keamanan, termasuk di ruang siber.

 

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pihak-pihak yang menyebarkan provokasi, manipulasi informasi, maupun konten yang berpotensi memecah belah masyarakat. Penegakan hukum ini adalah bentuk perlindungan negara agar ruang digital tidak disalahgunakan untuk menebar kebencian dan mendorong konflik,” tegasnya.

 

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga, menambahkan bahwa pengawasan terhadap aktivitas digital akan terus diperkuat melalui patroli siber dan analisis jejak digital secara berkelanjutan.

 

“Keamanan tidak hanya dijaga di lapangan, tetapi juga di ruang digital. Kami mengimbau masyarakat untuk bijak bermedia sosial, tidak mudah terprovokasi, serta tidak turut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kolaborasi masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujarnya.