Beranda blog

Polres Mukomuko Tanam Uwi Ungu, Dukung Ketahanan Pangan Nasional  

0
Polres Mukomuko Tanam Uwi Ungu, Dukung Ketahanan Pangan Nasional. (Foto:HD)  

MUKOMUKO, Investigasi.News– Polres Mukomuko melaksanakan kegiatan penanaman uwi ungu di lahan ketahanan pangan institusi, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional dan kontribusi aktif pada sektor pangan strategis.

 

Acara yang dipimpin langsung oleh Kapolres Mukomuko AKBP. Riky Crisma Wardana, S.I.K, diikuti oleh seluruh Pejabat Utama dan personel Polres Mukomuko. Pemilihan uwi ungu didasarkan pada pertimbangan matang, karena memiliki nilai nutrisi tinggi (kaya serat, vitamin C, zat besi, kalium, dan antioksidan), mudah dibudidayakan di berbagai jenis tanah Mukomuko, serta memiliki potensi hasil panen menguntungkan.

 

Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan maksimal direncanakan menjadi pusat pembibitan dan budidaya uwi ungu, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan internal institusi tetapi juga menyediakan bibit berkualitas bagi masyarakat. Kegiatan ini juga mempererat hubungan antar-personel melalui kerja sama yang terjalin selama proses penanaman.

 

“Kami sebagai kepolisian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung pembangunan sektor strategis seperti pangan. Setiap lahan bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan sumber pangan berguna, sehingga kami mengajak masyarakat tidak menyia-nyiakan lahan kosong,” ujar AKBP. Riky Crisma Wardana.

 

Dalam perencanaan jangka menengah hingga panjang, Polres Mukomuko akan mengembangkan komoditas lain seperti ubi jalar ungu, kacang merah, dan sayuran organik. Pihaknya juga akan bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan serta kelompok tani untuk pendampingan dan penyuluhan, dengan pertemuan rutin setiap bulan.

 

Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat dan mempererat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun wilayah yang produktif dan mandiri.

 

 

Penulis :HD

POLRI BENTUK SATGAS ASRI SEJALAN ARAHAN PRESIDEN UNTUK WUJUDKAN LINGKUNGAN KERJA BERSIH, SEHAT, DAN BERKELANJUTAN

0
POLRI BENTUK SATGAS ASRI SEJALAN ARAHAN PRESIDEN UNTUK WUJUDKAN LINGKUNGAN KERJA BERSIH, SEHAT, DAN BERKELANJUTAN. (Foto:ist)

Jakarta, Investigasi. News -Kepolisian Negara Republik Indonesia secara resmi mengimplementasikan Gerakan ASRI (Aktif, Sehat, Ramah, dan Indah) di seluruh lingkungan Polri sebagai langkah nyata menumbuhkan kebiasaan hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan kerja.11/2/2026

 

Atas arahan Kapolri, Polri membentuk Satgas ASRI Polri yang akan menjadi penggerak utama pelaksanaan program ini secara nasional. Satgas ASRI Polri dipimpin oleh Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja selaku ketua sekaligus dirigen pelaksanaan dari tingkat Mabes Polri hingga jajaran Polda, Polres, dan Polsek di seluruh Indonesia.

 

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menumbuhkan kebiasaan hidup sehat sekaligus kepedulian terhadap lingkungan kerja.

 

“Bapak Kapolri ingin menegaskan bahwa ASRI bukan hanya sekadar slogan. Pesan yang ingin ditegaskan adalah kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui aksi nyata, dimulai dari hal-hal sederhana dan dari tempat kita bekerja setiap hari,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/2/2026).

 

Lebih lanjut disampaikan bahwa langkah Polri ini merupakan tindak lanjut langsung atas instruksi Presiden Prabowo Subianto pada Taklimat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).

 

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan berkelanjutan.

 

Kadivhumas Polri menegaskan bahwa Polri memiliki peran strategis sebagai teladan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, penerapan prinsip ramah lingkungan harus dimulai dari internal institusi melalui langkah-langkah konkret.

 

“Gerakan ASRI bukan sekadar program simbolik, tetapi harus menjadi kebiasaan dan budaya kerja Polri sehari-hari. Ini sejalan dengan arahan Presiden agar birokrasi tidak hanya efektif dan melayani, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan,” tegas Irjen Pol. Johnny Isir.

 

Untuk memastikan gerakan ini berjalan efektif, Polri menetapkan petunjuk arahan yang wajib dilaksanakan oleh seluruh jajaran sebagai berikut:

 

1. Setiap personel Polri wajib melaksanakan pembersihan lingkungan kerja satu jam sebelum memulai aktivitas kedinasan, dimulai dari ruang lingkup terkecil.

2. Setiap satuan kerja wajib melaksanakan kurvei atau kerja bakti minimal satu minggu sekali di area Mako dan lingkungan sekitarnya.

3. Secara periodik mengajak kelompok masyarakat untuk bersama-sama membersihkan fasilitas umum sebagai bentuk sinergi Polri dengan masyarakat.

4. Melaksanakan langkah-langkah ramah lingkungan seperti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, penghematan energi dan air, serta penataan ruang kerja yang hijau dan berkelanjutan.

 

Kadivhumas Polri juga mendorong para pimpinan di setiap satuan kerja agar aktif menggerakkan seluruh personel untuk terlibat langsung dalam kegiatan peduli lingkungan, termasuk kerja bakti, penanaman pohon, serta pengelolaan sampah yang lebih baik.

 

Melalui Gerakan ASRI Polri, diharapkan terbangun kesadaran kolektif seluruh insan Bhayangkara dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat citra Polri sebagai institusi yang disiplin, peduli, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

 

“Upaya ini diharapkan dapat mendukung pencapaian target pembangunan nasional yang berwawasan lingkungan sebagaimana ditekankan oleh Presiden. Polri siap menjadi contoh terdepan dalam mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, sehat, dan indah,” pungkas Kadivhumas Polri.

 

Informasi ini harus segera diketahui masyarakat sebagai wujud komitmen Polri untuk hadir nyata, berbuat nyata, dan memberi manfaat langsung bagi lingkungan serta kepentingan publik.

Duka di Korowai: Pesawat Perintis Ditembaki Usai Parkir, Dua Awak Jadi Korban

0
Duka di Korowai: Pesawat Perintis Ditembaki Usai Parkir, Dua Awak Jadi Korban. (Foto:ist)

KOROWAY, Investigasi.News- Suasana tenang di Bandara Korowai Batu (Danowage), Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, mendadak berubah mencekam ketika rentetan tembakan terdengar dari arah sekitar bandara. Insiden itu menimpa pesawat perintis Smart Air PK-SNR, Rabu (11/2/2026) siang.

 

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, pesawat yang terbang dari Bandara Tanah Merah tersebut telah mendarat dan terparkir di apron. Para penumpang bahkan sudah turun dari pesawat ketika tembakan dilepaskan oleh orang tak dikenal dari arah sekitar bandara. Mendengar tembakan, para penumpang langsung berupaya menyelamatkan diri ke arah hutan di sekitar lokasi.

 

Dalam situasi kacau tersebut, pilot dan co-pilot berusaha menyelamatkan diri menyusul penumpang, namun keduanya ditembak saat berada di area landasan (runway). Hingga saat ini, aparat memastikan dua korban meninggal dunia, sementara kondisi penumpang lainnya masih dalam pendataan.

 

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, membenarkan pihaknya menerima informasi penembakan tersebut pada siang hari.

 

“Kami mendapat informasi bahwa ada penembakan terhadap salah satu maskapai di wilayah Korowai, Kabupaten Boven Digoel. Kami juga menerima kabar adanya korban di sana,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, saat ini Satgas masih melakukan konsolidasi kekuatan untuk merespons situasi di lapangan.

 

“Sore ini kami sudah menerbangkan pasukan ke Boven Digoel. Harapannya kami bisa menilai situasi di lokasi dan menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan evakuasi, berdasarkan penilaian kondisi yang ada,” kata Brigjen Faizal.

 

Pasukan yang diberangkatkan merupakan pergeseran personel dari luar Papua sebagai bagian dari penguatan pengamanan dan penyelidikan.

 

Terkait pelaku penembakan, Kaops menegaskan bahwa identitas maupun kelompok pelaku masih dalam proses penyelidikan.

 

“Untuk sementara yang bisa kami pastikan ada dua korban. Untuk yang lainnya masih kami dalami. Situasi terakhir, kami terus berupaya berkomunikasi dan memonitor kondisi masyarakat di sekitar lokasi,” tambahnya.

 

Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga menyampaikan bahwa prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan warga serta membuka akses informasi dari lokasi kejadian yang berada di wilayah terpencil.

 

Aparat gabungan TNI-Polri kini terus berkoordinasi untuk mengamankan area bandara serta menyiapkan langkah evakuasi dan penyelidikan lebih lanjut. Perkembangan situasi di Korowai masih terus dipantau secara intensif.(Red)