Beranda blog

Pemprov Bengkulu dan Pertamina Tinjau Agen hingga Pangkalan, Stok Elpiji Subsidi Aman Jelang Ramadan

0
Pemprov Bengkulu dan Pertamina Tinjau Agen hingga Pangkalan, Stok Elpiji Subsidi Aman Jelang Ramadan. (Foto:ist)

Bengkulu, Investigasi.News -Pertamina (Persero) melakukan peninjauan terhadap agen dan sejumlah pangkalan Elpiji di Kota Bengkulu pada Rabu siang (18/2). Kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan gas Elpiji subsidi tabung 3 kilogram menjelang bulan Ramadan.

 

Peninjauan dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, yang dimulai dari agen Elpiji PT Integra Sarana Niaga di Jalan Ratu Agung Nomor 27B, Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Samban.

 

“Dari Pertamina dan agen menyampaikan stok aman. Sudah dialokasikan sesuai kebutuhan, jadi masyarakat jangan panik,” ujar Herwan Antoni setelah melakukan pemantauan.

 

Staf Administrasi PT Integra Sarana Niaga, Nanin, menjelaskan bahwa alokasi Elpiji 3 kilogram pada Januari 2026 mencapai 88.934 tabung, dengan realisasi penyaluran sebanyak 89.600 tabung ke 101 pangkalan (3 pangkalan SPBU dan 98 pangkalan umum). “Setiap hari kami menyalurkan 3.360 tabung menggunakan enam truk, masing-masing memuat 560 tabung,” jelasnya.

 

Sales Branch Manager Pertamina Regional III Bengkulu, Syahro Muharram, menyebutkan harga eceran tertinggi (HET) Elpiji 3 kilogram di Kota Bengkulu sebesar Rp19.000 per tabung. Sampai tanggal 17 Februari, distribusi telah mencapai sekitar 59.000 tabung. Selain itu, Pertamina juga menggelar promosi penukaran tabung subsidi ke Bright Gas bagi masyarakat yang ingin beralih ke produk nonsubsidi.

 

Setelah mengunjungi agen, Herwan juga meninjau pangkalan LPG Bulang Putra di Jalan Danau serta melakukan inspeksi mendadak di SPBU Tebeng dan SPBU Kilometer 6,5. Tujuan lain peninjauan adalah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap stabil selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.

 

 

Penulis :Ny

Kapolda Sumsel Tekankan Pelayanan Publik Berorientasi pada Masyarakat

0
Kapolda Sumsel Tekankan Pelayanan Publik Berorientasi pada Masyarakat. (Foto :ist)

Palembang , Investigasi.News- Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, menekankan pentingnya pelayanan publik yang berorientasi pada masyarakat saat memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Mapolda Sumatera Selatan, Rabu (18/2/2026).

 

Upacara tersebut dihadiri Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, Irwasda Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, para Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel, serta seluruh personel yang terdiri dari Pamen, Pama, Bintara, Tamtama dan ASN Polri Polda Sumsel.

 

Dalam amanatnya, Kapolda menyampaikan bahwa Upacara Hari Kesadaran Nasional bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa tugas Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat harus dilaksanakan secara profesional, humanis, dan berintegritas.

 

“Kita harus ingat bahwa ‘juragan’ kita adalah masyarakat,” ujar Kapolda.

 

Ia menambahkan, “Mari kita tingkatkan komunikasi, responsivitas, serta kehadiran yang humanis di tengah masyarakat guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Bumi Sriwijaya.”

 

Menurutnya, pelayanan publik yang berkualitas tidak hanya diukur dari kecepatan dan ketepatan, tetapi juga dari sikap empati serta kemampuan membangun kepercayaan publik. Karena itu, seluruh jajaran Polda Sumsel diminta untuk terus meningkatkan profesionalisme dan menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.

 

Kapolda juga menekankan bahwa komunikasi yang efektif dan kehadiran anggota di tengah masyarakat merupakan bagian dari strategi preventif dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

 

Upacara berlangsung secara tertib dan khidmat dengan rangkaian kegiatan menyanyikan Mars Polri, pengibaran Bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pengucapan Tribrata dan Catur Prasetya, pembacaan Panca Prasetya Korpri, penyampaian amanat Inspektur Upacara, hingga ditutup dengan lagu Andhika Bhayangkara.

 

Melalui momentum Hari Kesadaran Nasional tersebut, Kapolda berharap seluruh personel Polda Sumsel semakin memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif, transparan dan akuntabel demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Sumatera Selatan.

Pedagang Pasar Panorama Bohongi Plt Kadis Perindag, Klaim Diusir Padahal Belum Mendaftar  

0
Pedagang Pasar Panorama Bohongi Plt Kadis Perindag, Klaim Diusir Padahal Belum Mendaftar. (Foto:ist)  

BENGKULU, Investigasi. News- Pada kegiatan penertiban pedagang di sekitar Pasar Panorama, Jalan Kedondong, Kota Bengkulu, Rabu (18/2/2026), Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Alex Periansyah didatangi seorang pedagang yang mengeluhkan telah diusir dari lokasi jualan di dalam pasar dan tempatnya ditempati orang lain.

 

Namun setelah diperiksa langsung ke lokasi di dalam pasar, ternyata klaim tersebut tidak benar. Pedagang tersebut tidak dapat menunjukkan orang yang mengaku mengusirnya maupun menyebutkan nama pihak terkait. Setelah ditelusuri, ditemukan bahwa pedagang tersebut belum pernah mendaftar untuk mendapatkan tempat jualan di dalam pasar.

 

“Kita ini sudah bekerja, anak buah saya sudah bekerja, tetapi kita masih diadu-adu atau diadu domba. Ibu itu tadi melapor begini dan begitu, itu laporan palsu (bohong),” ujar Alex.

 

Alex menegaskan tidak ada pihak yang mengusir pedagang dari dalam pasar. Klaim tentang tempat jualan yang ditempati orang lain juga tidak sesuai dengan kenyataan, karena pedagang tersebut tidak pernah mendaftar dan belum memiliki alokasi tempat.

 

“Dia ngomong nggak ada tempat di dalam, dan ngaku sudah jualan di dalam diusir orang. Ternyata apa? setelah kita lihat di dalam, tempat dia itu gak pernah dia ditempatkan. Ketika sudah ditempati orang lain, dia ngomong diambil orang lain. Dia daftar pun nggak pernah,” jelasnya.

 

Meskipun demikian, Alex tetap berkomitmen memberikan solusi dan mengajak para pedagang yang sudah mendapatkan tempat di dalam pasar untuk konsisten berjualan di sana, bukan kembali berjualan di luar setelah mendapatkan alokasi lokasi.

 

 

 

Penulis :Ny