BENGKULU, Investigasi.Newsb- Ada pemandangan berbeda dan membahagiakan di Jalan Lintas Bengkulu – Lubuklinggau saat ini. Jika dulu jalur penghubung vital antara Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan ini identik dengan lubang, gelombang, dan kekhawatiran akan longsor, kini wajahnya telah berubah total menjadi mulus, aman, dan nyaman.
Pantauan investigasi di lapangan,Kamis 8/10/2026 tepatnya di Jalan Bengkulu -Tanjung Heran, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kepahiang hingga Jalan Raya Curup – Lubuk Linggau Desa Air Apo, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong (Curup), membuktikan hal tersebut.
Hamparan aspal baru yang hitam legam dengan marka kuning-putih yang tegas dan jelas kini membentang mulus. Kendaraan logistik, angkutan umum, hingga kendaraan pribadi dapat melaju dengan stabil tanpa lagi harus memilih-milih jalur untuk menghindari kerusakan jalan.
Kebahagiaan warga semakin lengkap dengan berdirinya konstruksi Tembok Penahan Tanah (TPT) talud pasangan batu kali yang kokoh di titik-titik rawan tebing curam. Dokumentasi lapangan menunjukkan talud tersebut dibangun dengan struktur yang kuat, padat, dan tertata rapi, berfungsi sebagai pelindung badan jalan nasional dari ancaman tanah longsor, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Suara Bahagia Dari Jalan: Lancar Jalannya, Lancar Rezekinya
Kebahagiaan itu diungkapkan langsung oleh pengguna jalan kepada tim redaksi.
“Kami sebagai masyarakat sangat bersyukur dan bahagia. Jalan sudah mulus, tidak seperti dulu. Mobil tidak lagi harus pilih-pilih jalan, barang dagangan cepat sampai, anak sekolah juga nyaman.Terima kasih untuk pemerintah pusat dan daerah yang telah memperhatikan jalur ini. Ditambah ada penahan tebing, kami jadi tidak was-was lagi kalau hujan deras,” ujar salah seorang warga Curup yang ditemui di lokasi, menggambarkan rasa syukur mewakili masyarakat lainnya.
Bagi warga Bengkulu Tengah dan Rejang Lebong, mulusnya jalan ini bukan sekadar soal kenyamanan. Ini adalah urat nadi ekonomi. Lancarnya jalur Bengkulu – Kepahiang – Curup – Lubuklinggau berarti lancarnya distribusi hasil bumi, sawit, karet, kopi, dan sayuran dataran tinggi Curup, turunnya biaya logistik, serta meningkatnya mobilitas dan kunjungan antar daerah.
Tanggapan Berimbang BPJN Bengkulu: Komitmen di Tengah Efisiensi
Menanggapi pernyataan bahagia dan apresiasi masyarakat tersebut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu memberikan tanggapan yang profesional dan menyejukkan.
Ruas strategis Bengkulu – Kepahiang – Curup – Lubuklinggau sendiri berada di bawah pengelolaan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Provinsi Bengkulu yang dinahkodai oleh Kepala Satker Tendi Hardianto, ST, MT, .
Menanggapi kebahagiaan warga, perwakilan BPJN Bengkulu menegaskan komitmennya:
“Di tengah efisiensi anggaran untuk pekerjaan preservasi jalan, BPJN Bengkulu tetap berkomitmen untuk menjaga kemantapan jalan dan keselamatan pengguna jalan,” ujar Tendi
Pernyataan tersebut dibuktikan dengan fakta di lapangan. Secara berimbang, tim redaksi mencatat bahwa meski ada kebijakan efisiensi anggaran secara nasional, kualitas pekerjaan di ruas Bengkulu – Kepahiang – Curup – Lubuklinggau tetap terjaga dengan baik. Jalan tetap mulus sesuai spesifikasi teknis Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, talud penahan tebing tetap dibangun kokoh, dan keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama.
Catatan Kritis Membangun Dari Masyarakat:
Dalam prinsip jurnalistik yang berimbang, di balik apresiasi yang tinggi, masyarakat juga menitipkan harapan kritis yang membangun sebagai bentuk kepedulian agar pembangunan semakin paripurna.
Masyarakat berharap preservasi dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, tidak sepotong-sepotong, sehingga tidak ada kesan jalan mulus tiba-tiba bertemu segmen rusak di luar area yang baru dikerjakan.
Selain itu, masyarakat juga menyoroti pentingnya perhatian pada drainase dan bahu jalan. Beberapa bahu yang masih berupa tanah dinilai perlu pengerasan agar tidak licin saat hujan, saluran air perlu dibersihkan secara rutin agar tidak ada genangan yang dapat merusak aspal baru.
Untuk kebersihan di lokasi, masyarakat berharap ada pembersihan akhir sisa akar kayu dan material di tepi talud yang baru, demi keindahan, kebersihan, dan keselamatan pengguna jalan.
Serta untuk pemeliharaan jangka panjang, masyarakat berharap ada perawatan rutin pada talud yang sudah kokoh, reboisasi ringan di atas tebing untuk memperkuat akar dan mencegah erosi, serta penambahan marka dan rambu di beberapa tikungan tajam di jalur Curup – Kepahiang.
Secara umum, masyarakat menilai proyek preservasi di Jalan Lintas Bengkulu – Lubuklinggau ini adalah kado terbaik dan bukti nyata negara hadir. Pekerjaan yang berjalan saat ini dinilai sudah sangat baik, rapi, dan berkualitas.
“Lancar jalannya, lancar rezeki masyarakatnya,” tutup warga dengan penuh harapan agar komitmen BPJN Bengkulu ini terus dijaga hingga seluruh ruas Bengkulu – Lubuklinggau benar-benar mulus seratus persen dan aman dilalui siang maupun malam.
Penulis : Leonny





