BENGKULU, INVESTIGASI.NEWS- Kementerian Kebudayaan RI melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Bengkulu menyalurkan Bantuan Pemerintah untuk pelestarian kebudayaan daerah Tahun 2025. Penyaluran ditandai dengan penandatanganan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTB) dengan tema “Bersama Rayakan Hari Kebudayaan Nasional, Mari Cintai dan Lestarikan Budaya Kita”.
Kegiatan yang digelar di Bengkulu tersebut dihadiri Kepala BPK Wilayah Bengkulu Iskandar Mulia Siregar, http://S.Si., http://M.AP., Kasubbag Umum Bram Iswanto, S.E., M.M., Adang Parlindungan, S.H., http://M.Pd., serta Ketua Tim Kerja Nilai Budaya Rois Leonard Arios, http://S.Sos., http://M.Si.
Dalam sambutannya, Iskandar menegaskan bantuan ini bukan sekadar dana, melainkan amanah untuk menjaga jati diri bangsa.
“Bantuan ini bukan sekadar bantuan dana, tetapi amanah untuk melestarikan jati diri bangsa. Kami berharap komunitas budaya di seluruh kabupaten/kota di Bengkulu dapat terus menghidupkan dan mewariskan budaya leluhur kepada generasi muda,” ujar Iskandar.
Sementara itu Rois Leonard Arios menjelaskan, penerima bantuan berasal dari berbagai kabupaten/kota di Bengkulu dengan program yang beragam, mulai dari pelestarian seni tradisi, ritual adat, musik tradisional hingga bela diri tradisional.
Kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Rejang Lebong. Perguruan Pencak Silat Rejang Pat Petulai tercatat sebagai satu-satunya penerima bantuan pemerintah tersebut dari Rejang Lebong.
Dalam agenda penandatanganan SPTB itu, Guru Besar Perguruan Pencak Silat Rejang Pat Petulai hadir didampingi Rizal Fahlevi, http://S.Sos., bersama anggota dan perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong.
Perwakilan Guru Besar menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Kementerian Kebudayaan RI. Bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk pembinaan atlet muda, pelestarian jurus-jurus asli Rejang Pat Petulai, pengadaan sarana latihan serta sosialisasi ke sekolah-sekolah.
“Bantuan ini akan kami gunakan untuk pembinaan atlet-atlet muda, pelestarian jurus-jurus asli Rejang Pat Petulai, serta pengadaan sarana latihan dan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Ini semangat baru bagi kami untuk menjaga agar silat Rejang tidak hilang di Bumi Pat Petulai,” ungkapnya.
Melalui penandatanganan SPTB tersebut, para penerima menyatakan kesiapan melaksanakan program sesuai peruntukan dan melaporkan kegiatan secara transparan dan akuntabel.
Bagi Bumi Pat Petulai, dukungan ini menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian budaya Suku Rejang agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan generasi mendatang.
Penulis: prida





