REJANG LEBONG, INVESTIGASI.NEWS- Di tengah kontur perbukitan terjal yang menjadi tantangan geografis Provinsi Bengkulu, negara hadir melalui infrastruktur yang kokoh dan terencana.
Tim Investigasi news. Kamis 8/10/2026 turun langsung ke lapangan dan menyaksikan secara kasat mata berdirinya konstruksi Tembok Penahan Tanah (TPT) talud batu kali yang kokoh di Jalan Raya Curup – Lubuk Linggau No.16, Desa Air Apo, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong. Sebuah karya konstruksi yang memperkuat ketahanan badan jalan nasional di titik rawan longsor.
Berdasarkan pantauan investigasi lapangan, konstruksi talud tersebut dibangun dengan metode pasangan batu kali yang tersusun padat, kuat, dan mengikuti kaidah teknis konstruksi penahan tebing. Struktur terlihat solid, kokoh, dan presisi menahan beban tebing tanah di atasnya, dengan dimensi dan ketinggian yang proporsional sebagai pelindung badan jalan. Di atas talud, kondisi badan Jalan Raya Curup – Lubuk Linggau terpantau dalam kondisi prima, mulus, bersih, dan aman dilalui tanpa hambatan.

Keberadaan talud ini memiliki nilai strategis yang tidak terbantahkan. Selain sebagai infrastruktur pelindung tebing dari potensi longsor saat intensitas hujan tinggi, talud ini juga menjadi pelindung investasi negara pada badan jalan nasional serta jaminan keselamatan bagi setiap pengguna jalan yang melintasi jalur penghubung vital Provinsi Bengkulu – Sumatera Selatan ini.
Secara administratif, ruas vital Curup – Lubuk Linggau berada di bawah pengelolaan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Provinsi Bengkulu yang dipimpin oleh Kepala Satker Tendi Hardianto, ST, MT, dengan dukungan jajaran PPK 1.3, di bawah komando Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu, Zepnat Kambu.
Seluruh pelaksanaan pekerjaan preservasi di ruas ini dilaksanakan melalui mekanisme kontraktual yang sah, dengan pengawasan berlapis dan sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum.
Apresiasi Masyarakat Menjadi Bukti: Manfaat infrastruktur ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Para pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur ini memberikan apresiasi atas kehadiran talud tersebut.
“Sangat membantu dan kami merasa jauh lebih aman sekarang. Jalurnya juga mulus. Ini bukti BPJN Bengkulu serius menjaga jalan kita. Kami sebagai masyarakat sangat berterima kasih,” ujar salah seorang pengguna jalan asal Curup kepada tim Investigasi news di lokasi dengan nada penuh apresiasi.
Komitmen gerak cepat dan responsif memang menjadi ciri khas Satker PJN Wilayah I BPJN Bengkulu dalam menjaga kondisi jalan nasional. Setiap laporan masyarakat dan setiap titik rawan selalu direspon dengan langkah teknis yang terukur, profesional, dan mengedepankan keselamatan publik sebagai prioritas utama sesuai arahan Kementerian PU.
Dengan terbangunnya talud penahan tebing di Desa Air Apo ini, konektivitas dan mobilitas masyarakat serta distribusi logistik antara Bengkulu dan Sumatera Selatan dipastikan semakin aman, lancar, dan berkelanjutan. Ini adalah wujud nyata kehadiran negara yang bekerja, membangun, dan melindungi.
Penulis: Leonny





