MUKOMUKO, Investigasi.News– Hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Mukomuko sejak Minggu sore hingga dini hari (5/4/2026) memicu bencana banjir. Luapan air dari Sungai Teramang merendam puluhan unit rumah warga, dengan dampak paling parah terjadi di Kecamatan Pondok Suguh.
Banjir tercatat melanda dua desa yang berada di bantaran sungai tersebut, yaitu Desa Tunggang dan Desa Mulya Tirta. Kenaikan permukaan air yang terjadi secara drastis ini menciptakan kondisi darurat dan memaksa warga bertindak cepat untuk menyelamatkan diri serta harta benda mereka.
Berdasarkan data yang dihimpun dari lapangan, sedikitnya 18 rumah di Desa Tunggang terendam air. Ketinggian genangan dilaporkan mencapai setinggi lutut orang dewasa, sehingga sangat mengganggu aktivitas dan kenyamanan penghuni.
Sementara itu, di wilayah Desa Mulya Tirta yang juga berbatasan langsung dengan aliran sungai, sedikitnya 8 rumah juga mengalami nasib serupa dengan ketinggian air yang tidak jauh berbeda.
“Sebenarnya curah hujan mulai turun sejak pukul 15.00 WIB dan terus berlangsung tanpa henti hingga menjelang malam. Tidak butuh waktu lama, Sungai Teramang mulai meluap dan air dengan cepat masuk ke pemukiman warga,” ungkap salah satu warga Desa Tunggang yang enggan disebutkan namanya.
Menyadari potensi bahaya yang mengancam, sebagian warga telah mengambil langkah sigap dengan melakukan evakuasi mandiri. Mereka memindahkan keluarga serta barang-barang berharga ke lokasi yang lebih tinggi dan aman sebelum air semakin tinggi.
Namun, tidak sedikit pula warga yang memilih untuk tetap bertahan di kediaman masing-masing dengan harapan bahwa banjir ini hanya bersifat sementara dan air akan segera surut dalam waktu dekat.
Di tengah kondisi yang masih memprihatinkan ini, masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah. Warga menuntut langkah-langkah strategis yang nyata untuk mengatasi persoalan ini agar tidak terus terulang setiap musim hujan tiba.
Pembangunan sistem drainase yang lebih memadai serta upaya normalisasi dan pengelolaan aliran sungai dinilai sangat mendesak untuk dilakukan demi mencegah luapan air dan melindungi keselamatan warga di masa mendatang.
Wartawan ; Hidayat








