Bukan Sekadar Bank Sentral: BI Bengkulu Lewat Bencoolen Fest 2026 Buktikan Diri Jadi Motor Penggerak UMKM dan Digitalisasi Ekonomi Daerah

More articles

BENGKULU, INVESTIGASI .NEWS.- Selama ini publik mengenal Bank Indonesia hanya sebagai bank sentral yang mengurusi inflasi, suku bunga dan stabilitas rupiah. Namun melalui gelaran Bencoolen Fest 2026, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu menunjukkan wajah lain sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang paling nyata di Bumi Rafflesia.

 

Di bawah kepemimpinan Kepala Perwakilan BI Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat bersama Deputi Kepala Perwakilan Muhammad Irfan Octama, BI Bengkulu menerjemahkan arahan Gubernur Bank Indonesia dan Deputi Gubernur Aida S Budiman serta Filianingsih Hendarta bahwa tugas BI tidak berhenti di stabilitas moneter. BI harus hadir dari hulu hingga hilir untuk memperkuat Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

 

Strategi besar BI Bengkulu di tahun 2026 difokuskan pada penguatan digitalisasi yang saling terhubung. Mulai dari e-Farming untuk mendampingi petani kopi, Kalamansi dan pangan agar produktivitas dan mutu terjaga. Kemudian e-Commerce untuk mendorong UMKM onboarding ke marketplace nasional seperti Tokopedia agar pasar tidak lagi sebatas lokal. Hingga e-Financing untuk memperkuat literasi keuangan melalui QRIS dan SIAPIK serta mempertemukan UMKM dengan perbankan lewat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial dan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial.

Baca Juga :  Sambut HUT RI ke 77, Pemkab Asahan Gelar Senam Massal

Bukan Sekadar Bank Sentral: BI Bengkulu Lewat Bencoolen Fest 2026 Buktikan Diri Jadi Motor Penggerak UMKM dan Digitalisasi Ekonomi Daerah. (Foto : invs)

Inilah narasi besar Bank Indonesia yang jarang diangkat. BI bukan bank yang menyalurkan kredit langsung, tapi BI adalah katalisator yang menciptakan ekosistem agar UMKM layak dibiayai bank, layak ekspor dan layak bersaing.

 

Bencoolen Fest 2026 menjadi puncak dari pembinaan panjang tersebut. Puluhan UMKM binaan dan mitra BI dari sepuluh kabupaten dan kota di Bengkulu unjuk gigi menampilkan produk terbaiknya. Mulai dari wastra Besurek, kopi robusta dan arabika Rejang Lebong, olahan Kalamansi hingga kerajinan kayu.

 

Hasilnya pun tidak main-main. Laporan resmi Kantor Perwakilan BI Provinsi Bengkulu mencatat penjualan daring UMKM Bengkulu selama rangkaian kegiatan mencapai sekitar satu miliar seratus sembilan puluh lima juta rupiah, sementara penjualan langsung mencapai puluhan juta rupiah. Capaian yang lebih strategis justru muncul di luar transaksi ritel.

 

Kopi Bukit Barisan berhasil memperoleh Letter of Intent dari Indonesia Specialty Coffee untuk pembelian awal lima ratus kilogram kopi robusta Bengkulu dengan nilai puluhan juta rupiah. Sementara itu CV Jaya Rasa mendapatkan kontrak pengiriman lima ratus produk makanan ringan Perut Punai senilai seribu lima ratus dollar Amerika Serikat untuk pasar Afrika Selatan. Bahkan Kopi Bengkulu juga sukses melakukan ekspor perdana ke Italia yang dilepas langsung Wakil Gubernur Bengkulu Ir Mian dan Bupati Kepahiang Zurdi Nata.

Baca Juga :  Dinilai Berhasil Kendalikan Inflasi Daerah, Kota Padang Panjang Terima DIF Rp5,4 M dari Mendagri

Bukan Sekadar Bank Sentral: BI Bengkulu Lewat Bencoolen Fest 2026 Buktikan Diri Jadi Motor Penggerak UMKM dan Digitalisasi Ekonomi Daerah. (Foto :invs)

Capaian tersebut menunjukkan perubahan penting. Sebagian UMKM Bengkulu mulai bergerak dari model transaksi langsung kepada konsumen menuju hubungan bisnis antar usaha atau business to business. Bagi usaha kecil, perubahan itu bukan perkara sederhana karena harus menjamin kontinuitas produksi, menjaga mutu dan memenuhi legalitas.

 

Untuk mencapai itu, sepanjang dua ribu dua puluh enam Bank Indonesia telah melakukan kurasi ketat terhadap sebelas UMKM kopi kategori premium dan fine coffee agar memenuhi standar ekspor internasional.

 

Baca Juga :  Kerjasama Bareng PP Persis, Kapolri Salurkan 30 Ribu Sembako Kepada Warga

Salah satu kisah paling menyentuh datang dari Bermani Coffee milik Adi Negoro di Desa Purwodadi, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong. Jika dulu ia hanya memanggang kopi di dapur sederhana, kini mampu memasok hingga sepuluh ton green bean setiap tahun sampai ke Jawa dan Kalimantan setelah mendapat bantuan mesin packing dari BI.

 

Yang lebih kami unggulkan Robusta Natural, tapi varian lainnya juga ada seperti Robusta Wine dan Rebika, ujar Adi.

 

Tak hanya kopi, ada Batik ChaCha Mentari motif Kaganga binaan Persit Kodim 0409 Rejang Lebong, olahan Kalamansi dan kerajinan yang juga dibina BI untuk masuk ke marketplace nasional.

 

Kehebatan Bencoolen Fest 2026 juga terletak pada sinerginya. BI Bengkulu menggandeng BAZNAS Provinsi Bengkulu yang dipimpin H Yulkamra untuk memperkuat zakat produktif sebagai modal usaha UMKM, serta Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota, OJK serta Perbankan untuk literasi dan pembiayaan.

 

Di tengah isu efisiensi anggaran pemerintah, BI Bengkulu membuktikan bahwa kekuatan ekonomi Bengkulu yang sebenarnya ada pada UMKM yang berdaya saing dan terdigitalisasi. Dari Bank Sentral yang menjaga rupiah, kini BI Bengkulu juga menjaga dapur ekonomi rakyat Bengkulu tetap ngebul.

 

Penulis: leonny

 

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest