BENGKULU, Investigasi. News-Berbarengan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) meluncurkan dua kebijakan baru untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital nasional. Kebijakan tersebut adalah perluasan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0% dan peluncuran Kartu Kredit Indonesia (KKI) Segmen Ritel.
Kedua langkah ini merupakan bagian dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030. Tujuannya mewujudkan sistem pembayaran nasional yang berdaulat, efisien, inklusif, dan berkelanjutan.
Pengguna QRIS Nasional dan Bengkulu Terus Tumbuh:
Secara nasional, penggunaan QRIS menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga Juni 2026, jumlah pengguna QRIS tercatat mencapai 65,77 juta orang. Dari jumlah itu, 6,23 juta merupakan pengguna baru yang bergabung sepanjang semester I 2026. Jumlah merchant atau pelaku usaha yang menerima QRIS juga sudah menembus 44,86 juta, dengan 96,68% di antaranya adalah UMKM.
Nilai transaksi QRIS sepanjang semester I 2026 mencapai Rp1,12 kuadriliun. Angka ini tumbuh 93,92% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perkembangan serupa juga terjadi di Provinsi Bengkulu. Hingga Juni 2026, jumlah pengguna QRIS di Bengkulu mencapai 309.930 orang dengan jumlah merchant sebanyak 257.757. Total volume transaksi QRIS di Bengkulu telah mencapai 60.650.133 transaksi. Sementara untuk penggunaan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu atau APMK tercatat 13,8 juta transaksi selama 2026.
MDR QRIS 0% Diperluas Mulai 1 Oktober 2026
Untuk semakin mendorong perkembangan transaksi digital, Bank Indonesia memperluas kebijakan MDR QRIS 0% yang mulai berlaku 1 Oktober 2026.
Melalui kebijakan ini, seluruh kategori merchant tidak akan dikenakan biaya MDR untuk transaksi sampai dengan Rp100.000. Khusus untuk merchant kategori Usaha Mikro, MDR 0% tetap berlaku untuk transaksi sampai dengan Rp500.000.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat meringankan beban biaya transaksi bagi pelaku usaha sekaligus meningkatkan penerimaan pembayaran digital. BI menilai ini sebagai bentuk keberpihakan kepada UMKM yang memiliki peran penting dalam menopang aktivitas ekonomi dan membuka lapangan kerja.
KKI Segmen Ritel Resmi Hadir untuk Masyarakat:
Selain memperluas QRIS, Bank Indonesia juga resmi meluncurkan *Kartu Kredit Indonesia Segmen Ritel*. Setelah sebelumnya sukses dengan KKI Segmen Pemerintah untuk belanja ASN, kini KKI Ritel hadir untuk masyarakat umum dan korporasi dalam memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari maupun kegiatan usaha.
KKI Ritel diterbitkan dalam bentuk kartu digital dan dapat digunakan sebagai sumber dana transaksi QRIS. Transaksi dapat dilakukan melalui tiga metode yaitu Merchant Presented Mode, Consumer Presented Mode, dan QRIS TAP dengan teknologi NFC. Untuk transaksi KKI melalui QRIS, batas maksimalnya adalah Rp10 juta per transaksi.
Sejak 17 Agustus 2026, KKI telah diterbitkan oleh delapan Penyedia Jasa Pembayaran yaitu BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, PermataBank, Bank Mega, serta Bank Syariah Indonesia untuk layanan berbasis syariah.
BI Bengkulu Perkuat Digitalisasi Lewat Berbagai Program:
Sejalan dengan kebijakan nasional, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu terus memperluas penggunaan QRIS di seluruh wilayah. Berbagai program dijalankan bersama pemerintah daerah, perbankan, komunitas, dan pelaku usaha.
BI Bengkulu menguatkan digitalisasi pemerintah daerah melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah atau TP2DD. Program QRIS Banking Race 3.0 juga digelar untuk mengajak perbankan mengakuisisi pengguna dan merchant baru serta mendorong penggunaan QRIS secara aktif di pasar, sekolah, koperasi, dan kantin.
Perluasan digitalisasi tidak hanya di perkotaan. Di Kabupaten Kaur dibentuk Desa Kreatif Digital Linau yang disinergikan dengan Festival Gurita. Sementara di Pulau Enggano, kegiatan Garuda Pesisir dan QRIS Jelajah Enggano digelar bersamaan dengan peluncuran program SEPAKAT dan SIGAP Go Digital Pulau Enggano.
Dukungan juga diberikan pada event budaya seperti Festival Tabut 2026 melalui gerai elektronifikasi transaksi daerah, edukasi QRIS, dan layanan penukaran uang. Program QRIS Jelajah Indonesia 2026 dengan tema “Jelajah Kuliner Nusantara” menyasar Kota Bengkulu dan Kota Curup untuk mendigitalisasi UMKM kuliner sekaligus mempromosikan wisata.
Pekan QRIS Nasional 2026 juga dimeriahkan dengan QRISperience Week Bengkulu 2026 di Bencoolen Mall pada 13-14 Agustus. Masyarakat dikenalkan dengan QRIS Antarnagara atau Cross-Border yang memungkinkan pembayaran di luar negeri menggunakan aplikasi domestik.
Edukasi pembayaran digital juga menyasar berbagai kelompok masyarakat. Mulai dari mahasiswa Universitas Bengkulu dan UIN Fatmawati, pelajar SMA dan SMP, komunitas perempuan, hingga masyarakat umum melalui Safari Ramadhan. Materinya tidak hanya cara menggunakan QRIS, tetapi juga perlindungan konsumen dan kewaspadaan terhadap penipuan digital.
Seluruh rangkaian program ini bertujuan tidak hanya menambah jumlah pengguna dan merchant, tetapi juga meningkatkan frekuensi transaksi, memperkuat ekosistem digital, dan mendorong perekonomian daerah.
“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, industri sistem pembayaran, perbankan, pelaku usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menghadirkan inovasi sistem pembayaran yang aman, efisien, inklusif, dan berdaulat,” tutup Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat.(Red)





