BENGKULU, Investigasi.News- Kepercayaan publik ke PDAM Tirta Hidayah Kota Bengkulu sedang diuji. Isu dugaan pelanggaran etika yang menyeret oknum pegawainya memaksa manajemen buka suara. Direktur Medy Pebriansyah tidak bisa lagi diam.Selasa 2/6/2026
Manajemen akui baru bergerak setelah pemberitaan viral. Informasi yang masuk pun minim: hanya inisial yang beredar dan tebak-tebakan internal.
“Kami sedang tahapan konfirmasi ke yang bersangkutan karna info nya kan baru dari pemberitaan dan kami baru mendapatkan inisial nya juga dan kawan-kawan masih menebak-nebak siapa yang bersangkutan ini.. Cuman kalau di lihat dari inisial arah nya juga mengerucut kami akan konfirmasi dahulu,” beber Medy, Selasa 02/06/2026.
*Dipanggil, Tapi Sakit*Â
Langkah tegas langsung diambil. Apel pagi digelar, rapat khusus disusun. Tapi saat pemanggilan, oknum yang dimaksud absen dengan alasan sakit.
“Ini sengaja saya mengambil apel tadi pagi dan kami lanjut rapat dan ternyata yang bersangkutan izin tidak hadir dengan alasan sakit. Nanti setelah ketemu kami akan konfirmasi dan klarifikasi,” ujarnya.
Medy tidak main-main soal sanksi. PP 54/2017 tentang BUMD dan Kode Etik Pegawai jadi acuan. Ringan atau berat, semua ada hitungannya.
“Dan proses selanjutnya kita lihat pelanggaran termasuk jenis pelanggaran apa sangsi nya juga sudah diatur dan akan segara kita terapkan dan sangsi nya sesuai dengan tingkat kesalahan nya,” tegasnya.
“Kami juga minta kalau ini pemberitaan masih Narasi kalau emang ada bukti nya yang bisa ditunjukkan ke kami. Agar menjadi acuan kami.. Jika yang bersangkutan mengakui maka kami akan mengambil sangsi tegas,” pungkas Medy.
*Catatan Redaksi: Ini Ujian Integritas*
Publik sudah muak dengan janji. PDAM bukan perusahaan biasa. Ini BUMD. Digaji dari iuran rakyat. Maka standar moral + disiplin harus paling tinggi.
Kini bola panas di tangan Medy Pebriansyah. Buktikan apel, rapat, dan “sanksi tegas” bukan sekadar gertakan. Publik Kota Bengkulu menunggu: siapa yang dipanggil, apa hasilnya, sanksi apa yang dijatuhkan.
Hingga berita ini tayang, pihak yang disebut berhak atas hak jawab. Redaksi _Investigasi News_ akan kawal sampai ada keputusan final. Diam = kami anggap manajemen gagal jaga integritas.








