Bengkulu, investigasi.news – Dalam kurun waktu Januari hingga April 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu mencatat adanya tiga kasus pneumonia yang menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun.
Kepala Dinkes Kota Bengkulu, Joni Haryadi Thabrani, mengungkapkan bahwa ketiga kasus tersebut ditemukan pada periode Maret hingga April 2025.
“Kasus pneumonia pada anak balita di Kota Bengkulu masih ditemukan. Tercatat ada tiga kasus pada maret hingga April 2025,” jelas Joni.
Joni menginbau masyarakat terutama para orang tua, untuk lebih waspada terhadap penyebaran penyakit ini dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
“Anak-anak rentan terhadap penyakit pernapasan, khususnya jika sering terpapar debu atau berada di lingkungan dengan tingkat polusi udara tinggi,” ujarnya.
ia juga mendorong masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan mengkonsumsi makanan bergizi guna memperkuat daya tahan tubuh anak.
Dikatakannya, jika anak mengalami batuk dan flu berkepanjangan, serta menunjukkan gejala infeksi saluran pernapasan atas, orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas layanan kesehatan untuk mendapat pemeriksaan lanjutan.
“Penanganan pneumonia kami lakukan melalui puskesmas-puskesmas yang tersebar di Kota Bengkulu, secara terpadu dan sesuai dengan prosedur medis yang berlaku,” terangnya.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa biaya pengobatan pneumonia sudah sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan melalui program pemerintah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan biaya perawatan.
“Penyebab pneumonia bisa berasal dari mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, hingga mycoplasma yang menyerang paru-paru. Jika tidak segera ditangani, cairan bisa menumpuk di paru-paru dan menyebabkan sesak napas,” tutup Joni. (Indah)







