Bengkulu, Investigasi.News – Forum Aktivis Bengkulu Bersatu (FABB) kembali menggelar aksi unjuk rasa, Senin (3/8/2026). Dalam aksinya, FABB menyampaikan tuntutan agar Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu mundur dari jabatannya.
Tuntutan itu disampaikan karena FABB menilai kinerja pemerintah provinsi belum maksimal dalam menangani persoalan di Bengkulu.
“Hobi Jalan-Jalan, Lebih Baik Mundur”
Ketua FABB, Herman Lupti, dalam orasinya menyebut pemerintah provinsi kurang fokus bekerja.
“Menurut pandangan masyarakat, gubernur hanya hobi jalan-jalan dengan alasan yang kurang jelas. Daripada mundar-mandir kurang bermanfaat, lebih baik mundur,” tegas Herman di hadapan masa aksi.
Senada, Koordinator Lapangan Dedi Mulyadi menyebut aksi ini merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap sejumlah kebijakan dan penanganan persoalan daerah.
Rangkaian Aksi: Kejati – DPRD – Kantor Gubernur
Aksi dimulai dari Kejati Bengkulu, dilanjutkan ke Kantor DPRD Provinsi Bengkulu, dan ditutup dengan orasi di depan Kantor Gubernur Bengkulu.
Di DPRD Provinsi, aspirasi FABB diterima langsung oleh 7 anggota dewan dari lintas fraksi, yaitu:
1. Usin Abdilah Sembiring – Fraksi PAN
2. Suprisman – Fraksi PAN
3. Susman – Fraksi Golkar
4. Barli Halim – Fraksi PDIP
5. Edwar Samsi – Fraksi PDIP
6. Dayat – Fraksi PAN
7. Yudirhan – Fraksi Demokrat
Ketujuh anggota dewan tersebut menyatakan akan menindaklanjuti tuntutan FABB melalui mekanisme *rapat dengar pendapat atau hearing* yang dijadwalkan Senin mendatang.
“Kami tampung aspirasi ini. Nanti kita agendakan hearing untuk membahas lebih detail bersama OPD terkait,” kata salah satu anggota dewan yang menerima.
Sementara anggota DPRD lainnya belum dapat ditemui karena sedang menjalankan tugas pembahasan pertanggungjawaban APBD 2025.(***)





