Mukomuko, Investigasi. News– Seorang warga bernama Julian (30 tahun), warga Desa Air Berau, Kecamatan Pondok Suguh, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Ruang Perawatan Intensif (ICU) RSUD Mukomuko. Kepergiannya itu menimbulkan sejumlah pertanyaan dari keluarga terkait proses penanganan medis yang diterimanya.Sabtu 27/6/2026
Julian mengalami luka parah akibat kecelakaan lalu lintas pada Kamis, 25 Juni 2026. Dalam kondisi tidak sadarkan diri, ia segera dilarikan ke RSUD Mukomuko untuk mendapatkan pertolongan dan perawatan intensif. Namun, upaya penyelamatan nyawa tidak membuahkan hasil. Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Jumat sore, 26 Juni 2026 saat masih dirawat di ruang ICU.
Di tengah rasa duka, keluarga dan warga menyampaikan kekhawatiran mendalam. Salah satu hal yang paling menjadi sorotan adalah pernyataan keluarga bahwa tidak ada kunjungan maupun pemeriksaan langsung oleh dokter yang bertugas selama korban berada di ruang ICU hingga menghembuskan nafas terakhir. Selain itu, keluarga juga mempertimbangkan mengapa tidak ada rujukan ke rumah sakit lain yang memiliki fasilitas lebih lengkap untuk menangani kondisi kritis tersebut.
“Kami menghargai upaya pertolongan yang diberikan, namun ada hal yang menimbulkan pertanyaan. Tidak ada pemeriksaan dokter dan tidak ada pertimbangan untuk merujuk pasien menjadi hal yang kami tanyakan,” ujar Kepala Desa Air Berau, Dedi Hartono, mewakili keluarga dan warga.
Ia menegaskan bahwa hal ini berkaitan dengan hak dasar setiap warga negara atas pelayanan kesehatan yang layak. Pihaknya menekankan bahwa pernyataan ini bukanlah tuduhan, melainkan upaya untuk mendapatkan kejelasan yang objektif agar tidak muncul spekulasi di masyarakat.
“Kami meminta penjelasan resmi dan rinci dari pimpinan RSUD Mukomuko mengenai seluruh rangkaian tindakan medis yang dilakukan, lengkap dengan data dan standar pelayanan yang berlaku. Kami juga meminta instansi pengawas kesehatan meninjau kasus ini secara menyeluruh,” tambahnya.
Pemerintah Desa Air Berau menyatakan akan terus mendampingi keluarga korban dan mengajak masyarakat tetap menjaga ketertiban serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Mukomuko belum memberikan tanggapan resmi terkait hal tersebut.
Wartawan ; Hidayat








