Dukung Program Ketahanan Pangan, Babinsa Kampung Baru Kembangkan Budidaya Ikan Bioflok dan Ayam Petelur

More articles

Rejang Lebong, Investigasi.News -Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah, Babinsa Desa Kampung Baru,Serka M. Ali, mengembangkan budidaya ikan dengan sistem bioflok serta peternakan ayam petelur di Desa Kampung Baru, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong,Rabu 1 juli 2026.

 

Program tersebut merupakan inovasi ketahanan pangan di wilayah binaan yang mendapat dukungan penuh dari Dandim 0409/Rejang Lebong setelah dipaparkan sebagai salah satu program pemberdayaan masyarakat.

 

“Program ketahanan pangan Desa Kampung Baru ini sudah saya sampaikan kepada Bapak Dandim dan Alhamdulillah mendapat dukungan penuh. Program ini memang kami jalankan untuk masyarakat Desa Kampung Baru,” ujar Serka M. Ali, Rabu (1/7/2026).

Baca Juga :  Kapolres Rejang Lebong Pimpin Tim Raih Juara Tarik Tambang pada Peringatan Hari Bhayangkara ke-80

 

Ia menjelaskan, program yang dikembangkan meliputi peternakan sebanyak 48 ekor ayam petelur, serta budidaya ikan nila dan ikan lele menggunakan sistem bioflok.

 

Selain meningkatkan ketersediaan pangan, program ini juga bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

 

Menurutnya, hasil produksi telur nantinya akan dipasarkan kepada warga Desa Kampung Baru dengan harga sekitar Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per karpet, lebih murah dibanding harga pasar yang berkisar Rp58 ribu per karpet.

 

Begitu pula dengan hasil budidaya ikan. Jika harga ikan di pasaran mencapai sekitar Rp35 ribu per kilogram, masyarakat dapat membelinya melalui program ini dengan harga sekitar Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Kapolres Rejang Lebong Cek Kesiapan Pos Pam Ops Ketupat 2026,Komit Berikan Pelayanan Humanis

 

Serka M. Ali mengungkapkan, untuk perkembangan budidaya, ikan nila yang dipelihara sebanyak 3.500 bibit telah memasuki usia sekitar tiga bulan dan sebenarnya sudah siap dipanen. Namun, panen direncanakan dilakukan bersamaan dengan ikan lele pada Oktober hingga November 2026 agar proses pemasaran lebih efektif.

 

Sementara itu, budidaya ikan lele yang baru berjalan sekitar tiga minggu telah diisi sebanyak 2.000 bibit. Selama masa pemeliharaan, tidak ditemukan kendala berarti, hanya terdapat kematian satu hingga dua ekor yang masih dalam batas normal.

 

Ia berharap program bioflok dan peternakan ayam petelur tersebut dapat terus berkembang dan menjadi contoh nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus membantu menekan harga pangan di tingkat desa.

Baca Juga :  KORBAN MBG SDN 18 KEPAHIANG NAIK JADI 15 ORANG: MURID MUNTAH-MUNTAH, PENYELIDIKAN MASIH MERANGKAK

 

“Intinya program ini untuk kepentingan masyarakat, khususnya warga Desa Kampung Baru. Mudah-mudahan budidaya bioflok ikan lele dan ikan nila serta peternakan ayam petelur ini berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” tutupnya. (Prida)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest