BENGKULU, Investigasi.News. Gedung GOR Bengkulu bergemuruh selama sepekan. HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) B Bengkulu 2026 yang berlangsung 17–22 Agustus 2026 menjadi lebih dari sekadar turnamen. Ini adalah gerbang.
Gerbang bagi 468 atlet muda dari 124 klub se-Indonesia untuk membuktikan diri. Gerbang bagi Bengkulu untuk menunjukkan kesiapannya menjadi barometer pembinaan bulu tangkis nasional.
Diuji di Depan Mata Pelatnas
Ketua Pengprov PBSI Bengkulu, Suharto. menegaskan Sirnas B adalah tahapan krusial. Di sinilah atlet binaan klub diuji dan dipantau.
“Kalau kita bicara dampak, secara makro tentu kegiatan ini mempunyai pengaruh besar terhadap Provinsi Bengkulu. Khususnya bagi masyarakat dan komunitas bulu tangkis,” kata Suharto, Selasa (18/8/2026).
“Sekarang mereka diuji. Para juara inilah yang menjadi bibit untuk diorbitkan ke Pelatnas. Harapannya, mereka bisa mewakili Indonesia dan mengibarkan Merah Putih di dunia internasional,” lanjutnya.
Baginya, bulu tangkis bukan olahraga biasa.
“Jangan meremehkan olahraga. Bulu tangkis membawa Merah Putih berkibar di dunia internasional. Olahraga juga menjadi bagian dari pemersatu bangsa.” tegasnya.
Bengkulu Bidik Tuan Rumah Sirnas A
Kesuksesan Sirnas B membuat Pengprov PBSI Bengkulu optimis naik kelas. Target selanjutnya: menjadi tuan rumah *Sirnas A.
“*Keyakinan saya, Sirnas B ini akan berlanjut ke Sirnas A di Bengkulu. Kalau sesuai rencana, tentu ada peluang*,” ujar Suharto.
Selain prestasi, Suharto juga menyorot dampak ekonomi. Ratusan atlet, pelatih, ofisial dan keluarga yang datang menggerakkan hotel, kuliner, hingga UMKM.
“Jangan hanya melihat dampaknya untuk olahraga. Kalau kita cerdas, kegiatan seperti ini bisa menghidupkan ekonomi kerakyatan. Kita harus bisa menyedot pengunjung dan pejabat dari daerah lain datang ke Bengkulu,” katanya.
PBSI Pusat: Bengkulu Siap
Apresiasi datang dari Dewan Pengawas PP PBSI, H. Ferliy. Ia menyebut venue dan penyelenggaraan di Bengkulu sudah berstandar nasional.
“Dampaknya sangat luar biasa. Kami melihat kesiapan PBSI Bengkulu sangat baik. Venue yang digunakan juga megah dan mampu menjadi tempat penyelenggaraan event nasional ” kata Ferliy.
“Insyaallah nanti akan lahir atlet-atlet berprestasi. Tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional. Bahkan bukan tidak mungkin menjadi pemain nasional,” tambahnya.
468 Atlet, 11 Nomor, 1 Misi
Referee Nasional, Saihoni Anwar merinci, Sirnas B mempertandingkan *11 nomor* di 3 kelompok usia: usia dini, anak-anak, dan pemula.
“Total ada 11 kelompok pertandingan dalam HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026,” ujarnya.
Sistem gugur dengan format best of three game 21 poin membuat persaingan ketat. Sayangnya Bengkulu kehilangan 2 atlet andalan karena bentrok dengan ajang O2SN.
Sirnas B Bengkulu 2026 menjadi bukti. Bumi Rafflesia tidak hanya bisa jadi penonton. Bengkulu siap menjadi panggung, pencetak juara, dan jalan menuju Pelatnas.(Red)





