Bengkulu, Investigasi.News– Perubahan struktur kepemimpinan di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia kembali terjadi. Melalui kebijakan rotasi dan mutasi yang dikeluarkan secara resmi, sejumlah posisi strategis di Polda Bengkulu mengalami perombakan menyeluruh per 26 Juni 2026. Langkah ini menandai babak baru dalam pengelolaan tugas kepolisian di wilayah tersebut sekaligus menggeser penugasan sejumlah perwira ke daerah dan satuan kerja baru.
Berdasarkan Surat Telegram Kapolri yang menjadi dasar kebijakan ini, salah satu perubahan paling menonjol terjadi pada posisi Direktur Lalu Lintas. Kombes Pol Sudarno, A.Md., S.Sos., M.H., yang memegang kendali Dirlantas Polda Bengkulu selama ini, tidak lagi bertugas di provinsi ini. Ia resmi dipindahkan dan dipercaya menduduki jabatan Kepala Bidang Hukum di Polda Gorontalo.
Selama masa baktinya di Bengkulu, Sudarno tercatat aktif melaksanakan berbagai program utama, mulai dari upaya peningkatan keselamatan berlalu lintas, pengamanan arus perjalanan mudik, hingga penertiban disiplin kendaraan bermotor. Kini, tanggung jawab tersebut berpindah ke tangan Kombes Pol Mochammad Hasan, S.I.K., M.H. Sebelumnya menjabat Kabid Hukum Polda Gorontalo, Hasan ditugaskan melanjutkan kebijakan yang sudah berjalan sekaligus membawa pendekatan baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang lalu lintas.
Perubahan ini tidak berhenti pada satu bidang saja. Rincian data mutasi menunjukkan adanya pergeseran menyeluruh di jajaran pejabat utama:
– Kombes Pol Darmawan Dwiharyanto, Direktur Intelijen dan Keamanan, dipindahkan ke Polda Maluku dan digantikan oleh Kombes Pol Hery Widagdo.
– Kombes Pol Ichsan Nur, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, ditugaskan ke Sekolah Staf dan Pimpinan Lemdiklat Polri, dengan posisi diisi oleh AKBP Imam Wijayanto.
– Kombes Pol Andjas Adipermana, Direktur Reserse Kriminal Umum, bertugas di Polda Sulawesi Tengah dan digantikan oleh Kombes Pol Asep Mauludin.
– Kombes Pol Aris Tri Yunarko, Direktur Reserse Kriminal Khusus, diangkat menjadi Penyidik Madya di Bareskrim Polri, sementara posisinya dijabat AKBP Imam Asfali.
Pergantian juga menyentuh tingkat kewilayahan hingga ke jajaran kepolisian resor:
– AKBP Awilzan, Kapolres Bengkulu Selatan, dimutasi ke lingkungan Polda Bengkulu dan digantikan AKBP Aron Sebastian.
– AKBP Florentus Situngkir, Kapolres Rejang Lebong, dipromosikan menjadi Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus, dengan pengganti AKBP Syahrul Hariady.
Tak ketinggalan, pergeseran terjadi pula di satuan Brimob dan lembaga pendidikan kepolisian. Kombes Pol Denny Jatmiko dan Kombes Pol Andy Bady menerima penugasan baru, yang masing-masing posisinya kini dipegang oleh Kombes Pol Danu Windarto dan Kombes Pol Muhammad Islam Amarulloh.
Dari sisi kebijakan, pihak kepolisian menegaskan bahwa rangkaian rotasi dan mutasi ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan upaya terstruktur untuk penyegaran organisasi.
Langkah ini dinilai bertujuan meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, membuka ruang pengembangan karier bagi personel, serta memastikan kinerja institusi tetap optimal dalam melayani dan melindungi masyarakat.
Dengan susunan pimpinan yang baru, mata publik kini tertuju pada seberapa cepat transisi berjalan dan bagaimana arah kebijakan yang akan diambil oleh para pejabat baru dalam menjawab tantangan keamanan dan ketertiban di wilayah Bengkulu ke depannya.(Red)








