JAKARTA, Investigasi.news — Perwakilan LSM LIDIK Bengkulu, Rio Vikram, mendatangi Gedung Merah Putih KPK di Jakarta, Kamis 28/8/2026. Ia datang seorang diri membawa 2 spanduk untuk menagih kepastian hukum dan mendesak KPK mengusut tuntas dugaan korupsi proyek nasional di Bengkulu.
Dalam aksinya, Rio Vikram terlihat memegang spanduk putih bertuliskan:
“KPK HARUS PERIKSA PROYEK SUMATERA VII DI BENGKULU, BANYAK OKNUM PEJABATNYA YANG BERMAIN MATA DENGAN KONTRAKTOR. STOP KORUPSI!”
Satu spanduk lainnya bertuliskan logo LSM LIDIK BENGKULU.
Tagih Kepastian Hasil Penggeledahan KPK di Kota Bengkulu
Rio Vikram mengatakan, aksi ini dilakukan untuk meminta kejelasan terkait penggeledahan yang sebelumnya sudah dilakukan KPK di Kota Bengkulu.
“Kami datang ke KPK bukan untuk gaduh. Kami menagih kepastian. Penggeledahan di Kota Bengkulu sudah dilakukan, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan kelanjutannya. Publik berhak tahu,” tegas Rio Vikram kepada wartawan.
Soroti Dugaan “Main Mata” di Proyek Sumatera VII
Selain itu, Rio juga menyoroti sejumlah proyek nasional Sumatera VII di wilayah Bengkulu. Ia menduga ada kongkalikong antara oknum pejabat dengan kontraktor.
“Kami mendesak KPK tegas. Jangan ada tebang pilih. Di lapangan kami temukan banyak proyek yang kualitasnya tidak sesuai spek, tapi pembayarannya tetap cair. Ini kuat dugaan ada yang bermain mata dengan kontraktor,” ujar Rio.
Menurutnya, uang yang dikorupsi adalah uang rakyat Bengkulu yang bersumber dari APBN.
“Kami minta KPK segera naikkan ke tahap penyidikan dan tetapkan tersangka. Jangan sampai kasus ini menguap begitu saja,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak KPK belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus dan tuntutan dari LSM LIDIK Bengkulu.(***)





