KEPAHIANG, Investigasi.News -Program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang digagas Bank Indonesia mulai menunjukkan hasil nyata di Kabupaten Kepahiang. Green House berbasis Internet of Things (IoT) yang dibangun sebagai pilot project pertanian cerdas berhasil melakukan panen perdana cabai dengan produktivitas tinggi.
Panen yang digelar di kawasan Green House IoT Kepahiang ini disaksikan langsung oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kepahiang, penyuluh pertanian, dan kelompok tani binaan. Puluhan kilogram cabai segar berkualitas premium berhasil dipetik dari ratusan pohon cabai yang ditanam di dalam rumah kaca pintar tersebut.
Kepala Pengelola Green House IoT Kepahiang mengungkapkan, keberhasilan ini tidak lepas dari penerapan teknologi digital. Seluruh kondisi tanam dipantau secara real-time melalui aplikasi di smartphone.
“Kami tidak lagi menebak-nebak kapan menyiram atau memberi pupuk. Semua terbaca di aplikasi, mulai dari kelembaban tanah, suhu udara, pH, hingga kebutuhan nutrisi NPK. Hasilnya tanaman lebih sehat dan panen lebih cepat,” jelasnya.

Diketahui Green House IoT ini dilengkapi sistem irigasi otomatis berbasis sensor, monitoring suhu dan kelembaban selama dua puluh empat jam, aplikasi Habibi Garden untuk kontrol nutrisi, serta panel tenaga surya untuk efisiensi energi.
Langkah ini dinilai strategis untuk menjawab tantangan fluktuasi harga cabai di Provinsi Bengkulu yang kerap menjadi penyumbang inflasi tertinggi. Dengan sistem Green House, produksi cabai dapat dilakukan sepanjang tahun tanpa tergantung musim hujan maupun kemarau.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, *Wahyu Yuwana Hidayat*, menyebut Smart Green House adalah bentuk digitalisasi hulu pertanian untuk menjaga stabilitas pasokan. Menurutnya selama ini harga cabai naik karena pasokan terganggu cuaca. Dengan teknologi ini risiko gagal panen dapat ditekan hingga lima puluh persen dan pasokan bisa konsisten, sehingga inflasi daerah tetap terkendali.
Pemerintah Kabupaten Kepahiang menyambut positif panen perdana ini. Ke depan model pertanian cerdas ini akan direplikasi ke desa-desa lain sebagai pusat edukasi petani milenial dan upaya meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Dengan panen perdana ini Kepahiang menegaskan diri sebagai daerah pelopor pertanian digital di Provinsi Bengkulu.(Red)





