MUKOMUKO, Investigasi.News— Menanggapi pemberitaan viral bertajuk “PDAM Tirta Selagan Viral di Media: Nihil Kontribusi PAD Memicu Seruan Audit Menyeluruh dan Penindakan Tegas” yang terbit 6 Juli 2026, Manajemen *PDAM Tirta Selagan* menyampaikan hak jawab dan klarifikasi resmi.
Pernyataan disampaikan langsung Direktur PDAM Tirta Selagan, *Sondry*, Minggu (13/7/2026). Klarifikasi ini juga didukung BKD Kabupaten Mukomuko, Dinas PUPR Mukomuko, serta sejumlah pelanggan dan tokoh masyarakat.
*Kondisi Berat Saat Awal Menjabat*
Sondry mengaku sejak awal sudah diberi tahu bahwa kondisi PDAM sangat memprihatinkan. Lembaga ini bahkan berhenti beroperasi total selama 2 tahun terakhir.
“Saya siap menerima amanah ini, dan akan berusaha sekuat tenaga menjalankan tanggung jawab yang diberikan Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko, agar PDAM Tirta Selagan dapat beroperasi kembali, mengalirkan air bersih secara berkelanjutan, serta memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Mukomuko,” tegas Sondry.
Hal senada disampaikan Kabag Ekonomi Setda Mukomuko, *Dori*. Ia menyebut Pemda saat itu sedang efisiensi anggaran sehingga belum bisa memberikan penyertaan modal maupun suntikan dana.
“Perlu ditegaskan, sepanjang masa kepemimpinan Direktur Sondry hingga saat ini, PDAM Tirta Selagan belum pernah menerima bantuan dana dalam bentuk apa pun dari Pemerintah Daerah,” ujar Dori.
*Langkah Pemulihan: Alirkan Air Dulu, Tertib Meteran Belakangan*
Dalam tahap awal, manajemen memilih memprioritaskan pelayanan. Meski masih ada pelanggan belum pakai meteran, fokus utama adalah memastikan air mengalir ke masyarakat yang sudah 2 tahun tidak mendapatkan air bersih.
Setelah operasional berjalan, baru dilakukan penertiban bertahap agar semua pelanggan menggunakan meteran resmi. Penagihan dan pengelolaan pendapatan dilakukan transparan, dengan pendampingan Satpol-PP dan Polres Mukomuko.
Upaya lain yang dilakukan: peremajaan pipa, perawatan instalasi pengolahan air, pembenahan administrasi dan keuangan. Hasilnya, suplai air ke rumah warga dan kantor pemerintahan kini sudah berjalan lancar dan sesuai standar.
Apresiasi datang dari pelanggan sekaligus tokoh masyarakat, *Rustam Efendi*.
“Dua tahun tanpa aliran air itu lama sekali. Sekarang kantor-kantor dan rumah warga sudah teraliri lagi. Ini hasil kerja keras dan gotong royong yang luar biasa,” katanya.
*Soal Kontribusi PAD: Tahap Perkuat Fondasi Dulu*
Manajemen membantah anggapan PDAM “tidak mau” menyetor PAD. Menurut Sondry, saat ini fokus utama adalah menyehatkan fondasi operasional dan keuangan terlebih dahulu.
“Seluruh pendapatan saat ini dialokasikan untuk perbaikan sarana, biaya operasional, pemeliharaan, dan menyelesaikan tanggungan periode sebelumnya. Tujuannya agar perusahaan tidak kembali terpuruk dan bisa tumbuh mandiri,” jelasnya.
Sondry juga menargetkan ke depan PDAM Tirta Selagan bisa menjadi salah satu penyumbang PAD terbesar di Mukomuko.
“Insyaallah, seiring pembenahan selesai dan efisiensi meningkat, kami akan mulai memberikan kontribusi bagi PAD. Bahkan kami targetkan menjadi andalan daerah,” ujarnya.
Manajemen juga menyatakan terbuka untuk diawasi, dievaluasi, maupun diperiksa instansi berwenang. Seluruh perkembangan akan disampaikan secara berkala dan transparan.
Hak jawab ini disampaikan sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999 dan UU ITE No. 19 Tahun 2016, serta didukung surat klarifikasi resmi tertanggal 9 Juli 2026.
Wartawan : Hidayat
—








