Drama Kolosal “Benuang Sakti” Karya Pencak Silat Rejang Pat Petulai Sukses Besar

More articles

Rejang Lebong, Investigasi .news -Pagelaran drama kolosal Benuang Sakti yang dipersembahkan Perguruan Pencak Silat Rejang Pat Petulai sukses menyedot perhatian masyarakat. Sebanyak 1.302 pengunjung tercatat dalam buku tamu memadati sekretariat perguruan yang berlokasi di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

 

Antusiasme masyarakat yang begitu tinggi bahkan melampaui perkiraan panitia. Dari 1.000 kursi yang disiapkan, seluruhnya terisi penuh, sementara sejumlah pengunjung lainnya terpaksa berdiri demi menyaksikan pertunjukan yang mengangkat sejarah dan budaya leluhur Suku Rejang tersebut.

 

Pagelaran ini menjadi momentum penting dalam upaya menghidupkan kembali kisah-kisah warisan leluhur melalui seni pertunjukan. Drama kolosal Benuang Sakti tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga membawa pesan tentang persatuan, identitas, dan pentingnya menjaga warisan budaya daerah.

 

Drama kolosal Benuang Sakti mengisahkan masa yang dikenal dalam cerita tersebut sebagai zaman Mduro Kelam, ketika empat kelompok besar Suku Rejang, yakni Rejang Temenggung, Rejang Serumpun, Rejang Sedaro, dan Peteng Ak, masih hidup terpisah di bawah kepemimpinan para penguasa sakti yang bergelar Majai.

 

Kisah tersebut menggambarkan suasana konflik dan perpecahan sebelum terjadinya peristiwa sakral penebangan Pohon Benuang Sakti yang diyakini dihuni makhluk mandraguna bernama Siamang Putih.

 

Peristiwa itu menjadi titik penting dalam alur cerita yang mengantarkan pada terbentuknya persatuan yang dikenal sebagai Rejang Pat Mergo.

 

Melalui pementasan ini, Perguruan Pencak Silat Rejang Pat Petulai berupaya memperkenalkan kembali kisah leluhur kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar sejarah dan nilai-nilai budaya Rejang tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Baca Juga :  Pemkot Targetkan PAD dari Pasar di Bengkulu Sebesar Rp2,5 Miliar pada 2025

 

Ketua Panitia Pelaksana, Suardi, mengaku kewalahan menghadapi tingginya jumlah pengunjung yang datang untuk menyaksikan drama kolosal tersebut. Meski demikian, ia menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas sambutan luar biasa dari masyarakat.

 

“Kami sangat kewalahan menyiapkan kursi bagi pengunjung, baik tamu khusus maupun masyarakat umum yang ingin menyaksikan drama Benuang Sakti di Sekretariat Pencak Silat Rejang Pat Petulai, Kelurahan Karang Anyar, Curup Timur,” ungkap Suardi.

 

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil rapat besar Perguruan Pencak Silat Rejang Pat Petulai pada kegiatan Kenduri Pat Sudut beberapa waktu lalu, panitia telah diinstruksikan untuk menyiapkan 1.000 kursi bagi pengunjung.

 

Namun, jumlah tersebut ternyata belum mencukupi karena antusiasme masyarakat jauh lebih besar dari perkiraan.

 

“Seribu kursi yang kami siapkan habis semuanya, bahkan masih banyak pengunjung yang berdiri. Setelah kami periksa buku tamu, tercatat sebanyak 1.302 orang. Konsumsi yang sudah kami sediakan juga habis,” jelasnya.

 

Suardi menegaskan, pihaknya tidak merasa keberatan dengan kondisi tersebut.

 

Sebaliknya, panitia justru merasa bahagia karena seluruh persiapan yang telah dilakukan dapat dinikmati oleh masyarakat.

 

“Bukan berarti kami keberatan, tetapi kami sangat senang dan gembira. Apa yang sudah kami sediakan dan masak bisa dimanfaatkan oleh pengunjung sehingga tidak mubazir,” tambahnya.

Baca Juga :  LONGSOR TERJANG JEMBATAN POROS DESA DI KABUPATEN MUKOMUKO, HANYA DAPAT DILEWATI KENDARAAN RODA DUA

 

Kesuksesan pagelaran drama kolosal Benuang Sakti turut ditandai dengan kehadiran berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, dan masyarakat.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati Rejang Lebong, TAMAN, S.P., M.Si.; perwakilan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Bram Iswanto, S.E., M.M.; serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong, Zakaria Efendi, S.Pd.I., M.Pd., bersama jajaran staf kebudayaan, di antaranya Rizal Falepi, S.E., Lukman, dan Joko Wantoro.

 

Turut hadir Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Rejang Lebong, Rezza Fahlefie, S.E., M.M.; perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Bengkulu, Erik, beserta anggota; Kapolsek Selupu Rejang beserta anggota Polres Rejang Lebong; serta tokoh masyarakat, imam, Badan Musyawarah Adat (BMA) dari desa dan kelurahan se-Kabupaten Rejang Lebong, dan para penggiat Pencak Silat Rejang Pat Petulai.

 

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap upaya pelestarian budaya daerah sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga identitas dan tradisi masyarakat Rejang.

 

Dalam sambutannya, Staf Ahli Bupati Rejang Lebong, TAMAN, S.P., M.Si., mengajak seluruh orang tua dan masyarakat untuk terus mengenalkan sejarah serta budaya daerah kepada anak-anak sebagai generasi penerus.

 

“Saya mengajak kepada seluruh orang tua dan masyarakat untuk terus mengajarkan kepada anak-anak, khususnya generasi muda Rejang Lebong, agar mengenal sejarah budaya Rejang Lebong yang sebenarnya,” pesannya.

 

Menurutnya, pengenalan sejarah dan budaya sejak dini merupakan bagian penting dalam menjaga jati diri daerah agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Baca Juga :  Polsek Jajaran Polres Rejang Lebong Intensifkan Patroli Rutin Ciptakan Kamtibmas Kondusif

 

Sementara itu, Bram Iswanto, S.E., M.M., selaku perwakilan Kementerian Kebudayaan RI, menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mendukung pelestarian kebudayaan Rejang sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.

 

Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong berbagai komunitas dan pelaku budaya untuk terus berkarya, menggali sejarah lokal, serta mengembangkan seni pertunjukan sebagai sarana edukasi dan pelestarian tradisi.

 

Pada penutupan kegiatan, Guru Besar Perguruan Pencak Silat Rejang Pat Petulai, Aminudin Samad, menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan RI dan Pemerintah Provinsi Bengkulu atas dukungan yang diberikan dalam penyelenggaraan drama kolosal Benuang Sakti.

 

“Terima kasih tak terhingga kepada Kementerian Kebudayaan RI dan Provinsi Bengkulu yang sudah memberikan dukungan penuh kepada Perguruan Pencak Silat Rejang Pat Petulai untuk mengangkat cerita budaya leluhur Rejang dalam drama kolosal berjudul Benuang Sakti,” ungkap Aminudin Samad.

 

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai upaya menjaga, merawat, dan memperkenalkan kekayaan budaya Rejang kepada masyarakat luas.

 

Kesuksesan drama kolosal Benuang Sakti menjadi bukti bahwa pencak silat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bela diri, tetapi juga dapat menjadi media untuk merawat sejarah, memperkuat identitas, dan menyampaikan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.

 

Membludaknya pengunjung hingga mencapai 1.302 orang menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap pertunjukan yang mengangkat kisah leluhur mereka.

 

Melalui karya ini, Perguruan Pencak Silat Rejang Pat Petulai menegaskan perannya dalam menjaga marwah budaya Suku Rejang sekaligus menghidupkan kembali ingatan kolektif tentang sejarah, persatuan, dan jati diri masyarakat.

 

Pagelaran Benuang Sakti diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya daerah sebagai bagian penting dari kekayaan bangsa Indonesia.(prida)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest