BPS Bengkulu: Nilai Ekspor Oktober 2024 Capai 20,42 Juta USD

More articles

Bengkulu, investigasi.news – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu menyebutkan total nilai ekspor Provinsi Bengkulu pada bulan Oktober 2024 mengalami peningkatan sebesar 20,42 juta USD.

Hal ini di sampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Win Rizal pada press release Senin (02/12/2024) di Aula Rafflesia BPS Provinsi Bengkulu.

“Total nilai ekspor Provinsi Bengkulu mengalami peningkat secara bulanan dimana pada September 2024 bernilai 12,64 juta USD dan pada bulan Oktober 2024 bernilai 20,42 juta USD. Namun secara tahunan mengalami peenurun yang mana total nilai pada bulan Oktober 2023 bernilai 25,38 juta USD,” jelas Win Rizal.

Dikatakan Win Rizal, kelompok komoditas terbesar yang diekspor pada bulan Oktober 2024 melalui pelabuhan Provinsi Bengkulu yakni dari kelompok komoditas batubara yang bernilai 19,87 juta USD.

Baca Juga :  FABB Gelar Hearing ke DPRD Bengkulu, Sorot Pengelolaan APBD hingga Pelayanan Publik BENGKULU – Forum Aktivis Bengkulu Bersatu (FABB) mengagendakan pertemuan dengar pendapat atau hearing dengan DPRD Provinsi Bengkulu dalam waktu dekat. Kegiatan ini bertujuan meminta klarifikasi dan penjelasan mendalam terkait sejumlah persoalan dan kasus yang mencuat serta menjadi perhatian publik di Bumi Rafflesia. Ketua dan perwakilan FABB mengonfirmasi rencana tersebut pada Rabu (22/6/2026). Menurutnya, pertemuan yang akan dilaksanakan di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu ini sudah dipersiapkan matang, lengkap dengan sejumlah poin pertanyaan yang akan disampaikan langsung kepada pimpinan dan komisi terkait. “Kita dari FABB akan mengadakan hearing ke DPRD Provinsi Bengkulu. Tujuannya jelas, menanyakan langsung perkembangan dan penanganan kasus-kasus yang ada di provinsi ini. Kami ingin memastikan transparansi dalam setiap penanganan masalah, karena masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas terkait proses hukum dan kebijakan pemerintah daerah,” ungkap perwakilan FABB. Beberapa isu utama yang akan disorot antara lain pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pelaksanaan proyek-proyek strategis daerah, hingga kualitas pelayanan publik yang dinilai belum berjalan optimal. Pihaknya menegaskan, tidak boleh ada kasus yang mengendap atau dibiarkan tanpa kejelasan penyelesaian. “DPRD adalah wakil rakyat, harus menjadi jembatan aspirasi sekaligus pengawas utama jalannya pemerintahan. Kami tidak ingin ada hal yang ditutup-tutupi. Jawaban yang kami harapkan bukan sekadar penjelasan administratif, tetapi juga pemaparan substansi dan solusi nyata atas masalah yang ada,” tegasnya. Selain menagih kejelasan kasus, FABB juga akan mendorong DPRD untuk lebih aktif membuka ruang dialog dengan masyarakat sipil. Komunikasi dua arah dinilai sangat diperlukan agar setiap kebijakan yang disusun benar-benar tepat sasaran dan berpihak pada kepentingan warga. “Kami siap menjadi mitra kritis pemerintah dan dewan. Jika ada kebijakan yang pro rakyat, kami pasti dukung sepenuhnya. Namun, jika ada hal yang menyimpang atau merugikan masyarakat, kami juga berkewajiban untuk bersuara dan mengingatkan,” tambahnya. Hingga berita ini diturunkan, pihak DPRD Provinsi Bengkulu belum memberikan konfirmasi resmi terkait jadwal pasti pelaksanaan hearing. Namun, Sekretariat DPRD menyatakan bahwa setiap aspirasi yang masuk dari masyarakat akan selalu difasilitasi dan ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku. Langkah yang diambil FABB ini ternyata mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat. Warga menilai kegiatan ini sangat penting agar tidak muncul informasi yang simpang siur atau menimbulkan keraguan di tengah publik terkait berbagai isu daerah. Sesuai surat permohonan yang tertanggal 8 Juni 2026, hearing ini direncanakan berlangsung pada pekan depan. Nantinya, seluruh hasil pertemuan dan penjelasan yang diperoleh akan disampaikan kembali secara terbuka kepada masyarakat luas oleh pihak FABB.

“Nilai ini terjadi sedikit penurunan dibanding dengn Oktober tahun lalu 2023 yang bernilai 24,03 juta USD turun sebanyak 17,29 persen” ucapnya.

Sedangkan untuk kawasan tujuan terbesar ekspor Provinsi Bengkulu yakni masih di kawasan wilayah ASEAN dengan total nilai 8,21 juta USD, dan pangsa ekspor terbesar yakni di Negara India dengan nilai 6,05 juta USD.

“Pada bulan Oktober komuditas yang diekspor yakni batubara, lintah, serangga, dan lainnya. Dan di bulan Oktober 2024 tidak terdapat impor ke Provinsi Bengkulu,” demikiannya.

Penulis : Intan Putri Aqilah
Editor : Annisa Putri Khafifa

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest