Rejang Lebong,Investigasi. News -Polres Rejang Lebong bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar *Apel Gelar Pasukan dan Peralatan* dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi dampak fenomena El Nino, kekeringan ekstrem, serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Tahun 2026.
Kegiatan berlangsung di Lapangan Apel Satya Haprabu Polres Rejang Lebong dan dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Rejang Lebong, Dr. Hendri, S.STP., M.Si.* Komandan Apel dijabat KBO Satreskrim Polres Rejang Lebong, IPTU Hendricus Marwanto, S.H.
Libatkan Lintas Sektor
Apel dihadiri Kapolres Rejang Lebong AKBP Syahrul Hariady, S.I.K., M.H., Ketua DPRD Rejang Lebong Juliansyah Yayan, unsur Kodim 0409/Rejang Lebong, Kejaksaan Negeri Rejang Lebong, Pengadilan Negeri Curup, Brimob Batalyon A Pelopor, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Balai TNKS, BKSDA, Basarnas, Pejabat Utama Polres Rejang Lebong, serta personel gabungan dari berbagai instansi.
Pasukan yang diturunkan terdiri dari unsur TNI, Polri, Brimob, BPBD, Basarnas, Dishub, Polisi Kehutanan, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, dan instansi terkait lainnya sebagai bentuk kesiapan lintas sektoral.
Waspadai Puncak El Nino Juli-Agustus 2026
Dalam amanatnya, Plt. Bupati menyampaikan berdasarkan prakiraan BMKG, puncak fenomena El Nino diperkirakan terjadi pada akhir Juli hingga Agustus 2026. Kondisi itu berpotensi menyebabkan musim kemarau lebih panjang, curah hujan di bawah normal, serta meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.
“Melalui apel ini, kita memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, efektif, dan efisien,” tegas Dr. Hendri.
Ia menegaskan apel ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh instansi dalam penanganan bencana secara *kolaboratif, terintegrasi, responsif, dan berkelanjutan*, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.
Tekankan Edukasi dan Sinergi
Plt. Bupati mengapresiasi seluruh stakeholder yang hadir. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait menjadi kunci utama menghadapi ancaman Karhutla maupun kekeringan ekstrem.
Selain kesiapan personel dan peralatan, ia juga menekankan pentingnya *edukasi kepada masyarakat* terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau panjang.
Cek Peralatan Pemadam dan Bencana
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kendaraan operasional, peralatan pemadam kebakaran, perlengkapan penanggulangan bencana, serta sarana pendukung lain yang akan digunakan jika terjadi bencana di wilayah Kabupaten Rejang Lebong.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Apel ini menjadi bukti komitmen bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat fenomena El Nino serta memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat Rejang Lebong.
Wartawan ; Prida








