Terungkap di BRIEF 2026: Investasi Bengkulu Tembus Rp2,85 Triliun, India Borong US$21,97 Juta

More articles

BENGKULU, Investigasi.news -Kinerja investasi dan ekspor Provinsi Bengkulu menjadi fondasi percepatan pertumbuhan ekonomi. Hal itu terungkap dalam Bencoolen Regional Investment and Economic Forum atau BRIEF 2026 yang digelar di Hotel Mercure Bengkulu, Senin 12/10/2026.

Berdasarkan paparan berjudul Kinerja Investasi dan Ekspor Provinsi Bengkulu: Fondasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi, kinerja investasi Provinsi Bengkulu menunjukkan perkembangan yang positif.

Realisasi investasi mencapai Rp2,85 triliun hingga semester I 2026 atau 49,67 persen dari target tahunan sebesar Rp5,75 triliun. Capaian tersebut didukung penguatan kesiapan proyek dan fasilitasi investasi yang mencerminkan prospek serta peluang investasi Bengkulu yang semakin menjanjikan.

Investasi asing atau PMA terus tumbuh pada triwulan II 2026 sebesar 4,48 persen, sementara investasi domestik atau PMDN tetap menjadi kontributor utama. Pertumbuhan tersebut diduga menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Bengkulu.

Baca Juga :  Puluhan Wartawan Bengkulu Ikuti Pelatihan Ekonomi BI: Dari QRIS Hingga Cerita Sukses UMKM

Perkembangan kredit investasi juga tercatat tumbuh signifikan sebesar 25,84 persen pada triwulan II 2026. Lonjakan tersebut terlihat jelas dalam grafik yang ditampilkan dalam forum. Pertumbuhan kredit tersebut diduga menjadi sinyal kuat meningkatnya pembiayaan perbankan untuk pengembangan usaha dan kapasitas produksi di daerah.

Sementara Pembentukan Modal Tetap Bruto tumbuh 6,01 persen pada periode yang sama. Angka tersebut diduga menunjukkan adanya peningkatan belanja modal yang menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Di sektor perdagangan luar negeri, perkembangan ekspor nonmigas Januari sampai dengan Agustus 2026 menunjukkan tren positif. India menjadi negara tujuan ekspor utama Bengkulu dengan nilai mencapai US$21,97 juta, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar US$13,46 juta. Pakistan mencapai US$9,32 juta, naik dari US$3,68 juta. Filipina mencapai US$9,79 juta, naik dari US$7,77 juta, sementara kawasan ASEAN mencapai US$29,62 juta, naik dari US$11,59 juta.

Baca Juga :  Bengkulu Luncurkan 10 Samsat Keliling, Dorong Pembayaran Non-Tunai QRIS untuk Naikkan PAD  

Peningkatan ekspor ke India dan Pakistan tersebut diduga menunjukkan peluang perluasan pasar ekspor Bengkulu yang semakin terbuka, meskipun kinerja ekspor ke sejumlah negara tujuan lainnya masih mengalami moderasi.

Ke depan, pengembangan proyek proyek strategis, penguatan promosi investasi, serta perluasan penjajakan dengan calon investor diharapkan dapat menjaga momentum investasi dan mendorong peningkatan realisasi investasi di Provinsi Bengkulu.(Red)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest