BENGKULU, INVESTIGASI .NEWS – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Bengkulu menjadikan ajang nasional KriyaNusa 2026 di Jakarta sebagai inspirasi, dan Bencoolen Fest 2026 di Bencoolen Mall sebagai aksi nyata untuk mengakselerasi UMKM lokal.
Kepala Disperindag Kota Bengkulu, Rozi Ismariandi, menegaskan bahwa KriyaNusa 2026 yang digelar di Grand Nusa Jakarta pada 30 September 2026 lalu bukan sekadar pameran, melainkan ATM – Amati, Tiru dan Modifikasi – yang wajib diterapkan di Bengkulu.
“Kalau saya lihat dari event ini bisa kita copas, copy paste, diterapkan di daerah kita, Kota Bengkulu. Di Provinsi Bengkulu kan ada 9 Kabupaten plus satu Kota. Kita ini belum bergabung semua lho Pak. Kalau 9 Kabupaten ditambah satu kota lagi lebih banyak lagi budaya-budaya yang bisa kita angkat, khususnya kerajinan,” ujar Rozi seperti dikutip dari Melayutoday.com, Rabu (8/10/2026).

Kekaguman Rozi bukan tanpa alasan. Berdasarkan informasi panitia, perputaran ekonomi KriyaNusa 2026 mencapai Rp20 miliar dalam 5 hari hanya dari transaksi non-tunai, belum termasuk transaksi tunai. Capaian tersebut membuatnya berencana menghadap Walikota Bengkulu untuk mereplikasi konsep serupa di daerah.
Dukungan kepala daerah pun nyata. Walikota Bengkulu bersama istri dan jajaran SKPD hadir langsung sejak pembukaan hingga hari ketiga KriyaNusa 2026.
“Yang kedua, tadi saya dapat informasi KriyaNusa 2026 dalam waktu 5 hari perputaran ekonomi sampai 20 miliar. 5 hari di sini laporannya. Saya dengar dari panitia melalui transaksi non-tunai saja, belum lagi pakai uang tunai. Kayaknya kalau ini kita coba bawa ke Kota Bengkulu, nanti saya akan menghadap Bapak Walikota,” ungkap Rozi.
Inspirasi dari Jakarta itu kini diwujudkan melalui Bencoolen Fest 2026 yang diinisiasi Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu pada 9-11 Oktober 2026 di Bencoolen Mall.
Dari lokasi kegiatan, Minggu (11/10/2026), Rozi menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut.
“Terutama kepada Bank Indonesia kami berterima kasih atas support-nya untuk meningkatkan UMKM. Pada dasarnya kami juga ingin mengadakan seperti ini seperti batik dan kreatif-kreatif rumah tangga,” katanya.

Menurut Rozi, Bencoolen Fest 2026 bukan sekadar pameran, melainkan kawah candradimuka dan panggung akselerasi bagi pelaku UMKM untuk naik kelas.
“Bencoolen Fest 2026 ini bukan sekadar pameran, ini adalah kawah candradimuka dan panggung akselerasi bagi UMKM kita. Kami di Disperindag melihat langsung, produk Bengkulu itu tidak kalah kualitasnya. Yang kita butuhkan sekarang adalah kolaborasi. Bank Indonesia membuka akses pembiayaan dan pasar, kami di pemerintah kota menyiapkan industrinya. Kalau ini nyambung, saya yakin UMKM Bengkulu siap bersaing di mana saja,” tegasnya.
Jika di KriyaNusa Jakarta stand Bengkulu hanya berukuran 3×3 meter dengan menampilkan batik tulis yang tingkat kerumitannya lebih tinggi dari batik cap, tenun, anyaman kulit, hingga produk rumah tangga seperti melinjo dan jeruk asli Bengkulu, maka di Bencoolen Fest fondasinya diperkuat mulai dari pembukuan, sertifikasi halal dan BPOM, kemasan, hingga transaksi digital QRIS.
“Ini prinsipnya alhamdulillah. Terkait dengan acara yang dilakukan kemarin di Grand Nusa Jakarta. Untuk yang kedua kalinya, aspeknya di bidang UMKM. Kami sangat senang bisa berkolaborasi. Di Grand Nusa Jakarta telah dilakukan pameran batik nasional. Banyak kegiatan seperti yang dilakukan sekarang. Memang jadwalnya selain batik, juga ada UMKM seperti kuliner makanan. Ke depannya nanti akan dilaksanakan lagi kegiatan terkait bidang industri terutama UMKM. Insyaallah dua hari lagi akan dilaksanakan. Terima kasih,” lanjutnya.
Sebagai bentuk keberlanjutan, Disperindag Kota Bengkulu memastikan dalam dua hari ke depan akan kembali menggelar bazar UMKM untuk memperluas akses pasar, sekaligus mempromosikan potensi wisata unggulan seperti Benteng Marlborough, Kampung Cina, dan kuliner seafood kelas internasional.
“Dengan adanya KriyaNusa 2026, harapan kami di Bengkulu, yang jelas 2027 kami ikut lagi. Bila perlu kami promo-promo juga untuk edukasi ke pengrajin di Kota Bengkulu. Indonesia luas, jadi kita harus siap bersaing dan berkolaborasi,” pungkas Rozi.
Penulis: Leonny





