PBSI Bengkulu Tancap Gas: Muskot 2026 Jadi Titik Awal “Pengabdian untuk Prestasi”

More articles

BENGKULU, Investigasi.News— Suasana Hotel Adeva Kota Bengkulu memanas, Minggu 14/6/2026. Bukan karena lapangan bulutangkis, tapi karena tekad baru yang ditegaskan Pengprov PBSI Bengkulu.

 

Musyawarah Kota PBSI Kota Bengkulu resmi dibuka Ketua Umum Pengprov PBSI Bengkulu, Suharto. Dan pidatonya langsung jadi penampar sekaligus penyemangat pengurus baru: jabatan itu amanah, bukan mahkota.

 

*”Ini Pengabdian, Bukan Kursi”*

Suharto nggak basa-basi. Di depan seluruh peserta Muskot, ia menegaskan esensi PBSI.

 

“Menjadi pengurus PBSI adalah pengabdian. Yang terpilih harus kerja untuk kemajuan organisasi dan daerah, fokusnya satu: angkat prestasi atlet,” tegas Suharto.

 

Ia menolak keras PBSI dijadikan panggung kepentingan pribadi. Menurutnya, organisasi ini lahir untuk satu hal: mencetak anak-anak Bengkulu yang bisa ngalahin jagoan nasional, bahkan dunia.

Baca Juga :  Rakornas PBSI 2025 di Malang: Penguatan Sinergi Menuju Olimpiade 2028

 

“PBSI ini bukan untuk orang besar. PBSI untuk membangun prestasi anak-anak kita sampai level nasional, internasional,” ujarnya, disambut anggukan peserta.

 

Modal Baru: Gotong Royong  

Suharto mewanti-wanti pengurus terpilih untuk buang ego. Kuncinya cuma satu: kerja kolektif.

 

“Kalau ada beban, kita pikul bersama. Kalau ada kerjaan, kita selesaikan bersama. PBSI harus jalan pakai semangat gotong royong,” katanya.

 

Pesan itu jadi relevan karena ujian besar sudah di depan mata: Bengkulu dapat kepercayaan jadi tuan rumah *Sirkuit Nasional Bulutangkis Sirnas*.

 

*Sirnas: Momen Pembuktian Bengkulu*

Bagi Suharto, Sirnas bukan sekadar turnamen. Ini rapor merah-putih untuk Bengkulu.

 

“Sirnas ini harus kita sukseskan bersama. Ini momen penting dan kepercayaan ke Bengkulu. Kita nggak boleh lemah, harus lebih siap dan kompak,” serunya.

Baca Juga :  Turnamen PB Sanak Galo 2026, Jadi Gerbang Kebangkitan Bulutangkis Bengkulu

 

Ia menutup sambutan dengan tantangan: kepercayaan yang dikasih PB PBSI pusat harus dibayar lunas dengan kerja keras dan hasil membanggakan.

 

“Kita sudah dipercaya. Maka kita harus jawab dengan kerja keras, kekompakan, dan hasil yang membanggakan,” pungkasnya.

 

Muskot ini jadi garis start. Pengurus baru punya 2 PR: bereskan dapur organisasi, dan siapkan Bengkulu jadi tuan rumah Sirnas yang dikenang.

 

Penulis: Red

 

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest