Dapur MBG Sakaian Siap Beroperasi Juni 2026: Yayasan Bantah Keras Isu Ketidaksiapan Tanpa Dasar

More articles

SELUMA, Investigasi.News– Kepastian operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang lebih dikenal sebagai dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sakaian, Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, akhirnya terungkap tegas. jumat 29/5/2026

 

Fasilitas strategis yang ditunggu kehadirannya oleh masyarakat luas ini dipastikan akan beroperasi penuh dan melayani kebutuhan gizi warga mulai Juni 2026.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh pihak pengelola sekaligus membantah habis-habisan berbagai kabar simpang siur yang menyebutkan fasilitas tersebut belum siap berjalan dan belum memenuhi syarat.

Aldi Herial Pratama, Ketua Yayasan Asa Damar Gizi Bangsa selaku mitra pelaksana resmi program ini, menegaskan dengan nada tegas dan lugas bahwa seluruh persyaratan, ketentuan, serta prosedur baku yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) telah dipenuhi secara lengkap, sah, dan sesuai aturan yang berlaku.

Tidak ada satu pun berkas administrasi yang tertinggal, tidak ada ketentuan yang dilanggar, dan tidak ada persiapan teknis yang diabaikan dalam proses penyiapan fasilitas ini hingga tahap akhir.

Baca Juga :  Anggota DPD RI Asal Kepri Serahkan Bantuan Kepada Korban Longsor di Serasan

“Kami tegaskan sekeras-kerasnya, dapur MBG di Desa Sakaian ini telah mengikuti seluruh alur prosedur resmi yang ditetapkan oleh BGN. Semua berkas administrasi sudah lengkap, sah secara hukum, dan telah melewati tahapan verifikasi yang diperlukan. Berita atau kabar yang beredar di masyarakat maupun media yang menyatakan dapur ini belum bisa beroperasi, belum siap, atau ada kekurangan syarat adalah tidak benar, tidak berdasar, dan sama sekali tidak berlandaskan fakta di lapangan,” ujar Aldi saat memberikan keterangan resmi, Jumat (29/5/2026).

Pihak yayasan sangat menyoroti maraknya penyebaran informasi yang dilakukan tanpa melalui proses verifikasi data yang akurat dan konfirmasi kepada pihak yang berwenang.

Menurut Aldi, praktik penyebaran kabar yang belum jelas kebenarannya ini tidak hanya merugikan nama baik pihak pelaksana, tetapi juga berpotensi menimbulkan keresahan, kebingungan, dan kesalahpahaman di kalangan masyarakat yang sebenarnya sangat menantikan manfaat dari program ini.

Baca Juga :  Perumdam Tirta Serambi Terus Berbenah, Pelayanan Makin Baik

Sebagai mitra pelaksana program yang bersifat kemanusiaan sekaligus investasi sosial besar bagi kualitas gizi bangsa, Aldi menegaskan bahwa tanggung jawab yang diemban sangat besar. Oleh karena itu, seluruh persiapan dilakukan dengan ketelitian tinggi dan kepatuhan penuh terhadap regulasi.

 

Ia pun menyampaikan harapan yang tegas kepada semua pihak, baik itu masyarakat umum, pengguna media sosial, maupun pihak yang menyebarkan informasi, agar menerapkan etika komunikasi yang benar.

“Kami adalah mitra resmi yang dipercaya BGN untuk menjalankan program mulia ini. Sudah menjadi kewajiban mutlak kami untuk menjalankannya dengan benar, transparan, dan sesuai aturan. Namun, kami juga menuntut adanya etika konfirmasi sebelum sebuah informasi disebarkan luas ke media sosial atau dimuat dalam sebuah pemberitaan. Jika memang ada hal yang perlu diluruskan, ada pertanyaan, atau masukan yang membangun, kami selalu siap menjawab, membuktikan, dan memperbaikinya bersama-sama. Jangan justru menyebarkan kabar burung atau tuduhan tanpa dasar yang hanya menciptakan kegaduhan tak berguna,” tegas Aldi 

Berdasarkan pernyataan resmi dan bukti kesiapan yang dimiliki pihak yayasan, masyarakat Desa Sakaian dan wilayah sekitarnya kini dapat menanti dengan tenang dan pasti kehadiran operasional dapur SPPG ini.

Baca Juga :  Masjid Nur’aini: Wujud Kepedulian Sosial TIKI dan JNE untuk Bangka Belitung

 

Sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan dikonfirmasi ulang, fasilitas ini akan berjalan efektif melayani pemenuhan kebutuhan gizi warga serta anak-anak sekolah di wilayah Kecamatan Lubuk Sandi mulai bulan depan.

Program ini ditargetkan menjadi solusi nyata, terukur, dan berkelanjutan dalam menjawab tantangan pemenuhan gizi masyarakat, sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran program pemerintah yang dirancang untuk kesejahteraan rakyat.

 

Hingga berita ini diturunkan, jadwal operasional pada Juni 2026 adalah kepastian mutlak yang disampaikan langsung oleh pengelola, tanpa ditemukannya kendala administratif maupun teknis yang berarti, dan tanpa adanya hambatan apapun yang dapat menunda peluncuran fasilitas penting ini.

 

Pihak yayasan pun memastikan bahwa segala sesuatunya sudah siap 100 persen untuk beroperasi dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.(Red)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest