BENGKULU, Investigasi.News– Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., kembali menunjukkan sisi humanis Polri dengan melaksanakan kegiatan berbagi nasi kotak kepada para penghuni ruang tahanan di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Bengkulu, Jumat siang.
Sebanyak 27 tahanan laki-laki dan 2 tahanan wanita menerima bantuan konsumsi tersebut. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian nyata dari pimpinan tertinggi kepolisian di Provinsi Bengkulu usai pelaksanaan ibadah Sholat Jumat.
Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol. Mardiyono tidak hanya memberikan bantuan logistik, tetapi juga meluangkan waktu untuk berdialog langsung dan memberikan motivasi kepada para tahanan. Sebagian besar dari mereka terjerat kasus penyalahgunaan narkotika.
Kapolda menegaskan bahwa kedatangannya bertujuan untuk memberikan dorongan moral agar para tahanan memiliki keinginan kuat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik setelah menjalani masa hukuman.
“Yang kita benci bukan orangnya, tapi perbuatannya.”
“Yang kita benci bukan orangnya, tapi perbuatannya. Mereka ini sering kali adalah korban dari ketidaktahuan, pengaruh lingkungan, atau bahkan karena intimidasi (bully) dari teman sejawatnya agar dianggap tidak lemah,” ujar Irjen Pol. Mardiyono.
Oleh karena itu, ia menekankan bahwa para tahanan tidak boleh dijauhi, justru harus didekati dan diberikan motivasi agar tidak semakin terjerumus, bahkan menjadi bandar narkoba di kemudian hari.
Prioritas Pencegahan di Atas Penindakan
Kapolda juga memaparkan bahwa langkah pencegahan adalah prioritas utamanya dibandingkan sekadar melakukan penangkapan. Hal ini selaras dengan program rutin jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Bengkulu yang setiap Senin menjadi pembina upacara di sekolah-sekolah dan kampus.
Kegiatan tersebut bertujuan mensosialisasikan bahaya narkoba kepada generasi muda. Menurutnya, edukasi sejak dini merupakan tameng utama agar anak muda tidak menjadi korban “ikut-ikutan” dalam penyalahgunaan narkoba.
“Saya lebih bangga jika kita bisa meniadakan segala bentuk gangguan Kamtibmas melalui fungsi pencegahan daripada hanya melakukan penindakan. Sesuai moto kita, lebih baik mencegah dan jangan beri kesempatan bagi kejahatan untuk berkembang,” tegasnya.
Di akhir kesempatan, Kapolda mengimbau masyarakat agar jika ada anggota keluarga yang mulai terlibat penyalahgunaan narkoba, segera laporkan untuk dilakukan langkah rehabilitasi sebelum terlambat dan harus berurusan dengan hukum.







