Trauma Healing Polri Hadirkan Flying Fox untuk Kembalikan Senyum Anak-Anak Terdampak Bencana di Kayu Pasak

More articles

Sumbar, Investigasi.News -Polri melalui Personel Resimen II Pasukan Pelopor bersama Satuan Brimob Polda Sumatera Barat menggelar kegiatan trauma healing bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Kayu Pasak, Minggu (4/1/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pemulihan psikologis warga, khususnya anak-anak, pascabencana yang melanda wilayah tersebut.

Kegiatan trauma healing tersebut melibatkan personel Brimob dalam pelaksanaannya. Sejumlah aktivitas edukatif dan rekreatif diberikan kepada masyarakat dan anak-anak terdampak guna membantu mengurangi trauma serta mengembalikan rasa aman dan keceriaan.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mengikuti berbagai permainan seperti flying fox dan slackline yang dirancang untuk membangun keberanian, kebersamaan, serta menumbuhkan kembali semangat mereka setelah mengalami peristiwa bencana.

Baca Juga :  Tokoh Adat Papua Apresiasi dan Dukung Satgas Ops Damai Cartenz Tindak KKB* *Jayapura –* Ondofolo Sentani Yanto Eluay menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Polri, khususnya Satgas Operasi Damai Cartenz, dalam penegakan hukum terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Dukungan itu diberikan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Bumi Cenderawasih. “Kami seluruh masyarakat Papua, khususnya para tokoh adat, memiliki tanggung jawab menjaga tanah Papua agar tetap aman dan damai. Apa pun yang negara lakukan melalui Satgas Ops Damai Cartenz adalah untuk mewujudkan Papua yang aman dan damai,” ujar Yanto Eluay di Jayapura, Senin (18/8). Ia menegaskan, tindakan penegakan hukum yang dilakukan Satgas Ops Damai Cartenz patut diapresiasi, terutama terhadap pihak-pihak yang masih melakukan tindakan kriminal, penembakan, atau gangguan keamanan di beberapa wilayah pegunungan dan daerah lain di Papua. “Harapan kami, semua tindakan yang mengganggu situasi kamtibmas segera dihentikan. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polri yang sudah berupaya menjaga keamanan,” tambahnya. Yanto juga mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama mendukung upaya penegakan hukum oleh Polri melalui Satgas Ops Damai Cartenz. Menurutnya, kondisi aman dan damai menjadi kunci bagi kemajuan Papua. “Mari kita jaga selalu Papua yang aman dan damai sehingga pembangunan dapat berjalan lancar dan masyarakat bisa merasakan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan bahwa kegiatan trauma healing merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri dalam penanganan pascabencana.
“Selain fokus pada pemulihan fisik dan infrastruktur, Polri juga memberikan perhatian pada pemulihan psikologis masyarakat, terutama anak-anak yang terdampak. Trauma healing ini diharapkan dapat membantu mereka kembali beraktivitas dengan rasa aman dan nyaman,” ujar Kombes Pol Erdi.

Ia menambahkan, Polri terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk memberikan dukungan moril dan psikososial kepada warga terdampak bencana.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif serta mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Kegiatan trauma healing ini diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi psikologis warga sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest