As SDM Tegaskan Karakter Polisi Dibangun dari Pilar Spiritual, Intelektual, dan Kultural

More articles

Jakarta ,Investigasi.News– Asisten Kapolri Bidang SDM (As SDM) Irjen Anwar menegaskan pentingnya pembentukan karakter polisi melalui tiga pilar utama, yakni spiritual, intelektual, dan kultural. Hal ini ia sampaikan dalam seminar nasional bertajuk “Rekonstruksi Jati Diri Bangsa Merajut Nusantara untuk Mewujudkan Polri Sadar Berkarakter” yang digelar di Jakarta Selatan, Rabu (15/10/2025). Seminar tersebut diikuti 250 anggota Polri dari Mabes dan Polda jajaran serta peserta daring.

 

“Seminar ini menjadi bagian kecil dari langkah nyata dan sistematis Polri untuk memperbaiki diri dengan membangun SDM yang unggul, profesional, dan berkarakter Bhayangkara Indonesia melalui pilar spiritual, intelektual, dan kultural,” ujar Anwar saat membuka acara sekaligus menjadi keynote speaker. Ia menekankan kegiatan itu merupakan awal penyusunan kurikulum dan modul pembinaan karakter personel Polri, yang berfokus pada penguatan nilai-nilai kebhayangkaraan.

Baca Juga :  Kirim 5 Atlet ke Piala Panglima TNI Cup 2025, Polda Kalteng Targetkan Prestasi Nasional Palangka Raya – Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) mengirimkan lima atlet terbaik beserta satu pendamping untuk berlaga di Kejuaraan Tenis Meja Piala Panglima TNI Cup 2025. Ajang bergengsi ini digelar di Kodam XII Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, pada 20–29 September 2025, sekaligus memperingati HUT TNI ke-80. Kejuaraan tersebut menjadi panggung unjuk kemampuan bagi atlet dari personel TNI, Polri, ASN, hingga masyarakat umum dalam cabang olahraga tenis meja. Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si. melalui Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji, S.I.K., M.Si. menyampaikan, keikutsertaan pihaknya menjadi bukti penguatan sinergitas TNI-Polri. “Dengan mengirimkan atlet-atlet terbaiknya, Polda Kalteng berharap dapat meraih prestasi membanggakan dan meningkatkan nama baik institusi kepolisian di tingkat nasional,” ungkap Kabidhumas, saat dikonfirmasi, Sabtu (20/9/2025). Kombes Erlan menambahkan, kejuaraan ini juga menjadi kesempatan penting bagi para atlet untuk berkompetisi dan meningkatkan kemampuan mereka dalam tenis meja. Polda Kalteng, lanjutnya, terus mendukung serta memfasilitasi pengembangan bakat dan prestasi atletnya baik di tingkat regional maupun nasional. “Dengan demikian, diharapkan para atlet Polda Kalteng dapat terus mengharumkan nama institusi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” kata Erlan. Sebagai informasi, lima atlet Polda Kalteng akan bertanding di empat kelas utama: Tunggal Putra, Ganda Kombinasi TNI-Polri-ASN, Tunggal Non PON, dan Kombinasi Non PON.

 

Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Peneliti Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia, Dr Junus Simangunsong, memaparkan hasil riset bertema “Rekonstruksi Jati Diri Bangsa Merajut Nusantara untuk Mewujudkan Manusia Indonesia Seutuhnya.” Ia menyebut dimensi spiritual memperoleh skor terendah, yakni 4,28, dibandingkan intelektual (4,43) dan kultural (4,46). “Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan kesadaran spiritual dan refleksi sehingga strategi penguatan berjenjang sangat diperlukan. Hasil riset ini mendapatkan dukungan penuh dari Polri dan akan dijadikan dasar fundamental dalam penyusunan kurikulum pembinaan karakter Polri,” jelas Junus.

 

Karobinkar SSDM Polri, Brigjen Langgeng Purnomo, juga menegaskan pentingnya nasionalisme di tengah dinamika geopolitik internasional. Ia menjelaskan bahwa tarik-menarik antarnegara dalam bidang politik, ekonomi, keamanan, dan budaya kini semakin kompleks.

Baca Juga :  POLRI PERKUAT PEMBINAAN GENERASI MUDA MELALUI E-SPORT KAPOLRI CUP 2026

 

“Pelindung utama bangsa Indonesia dalam mengelola tarik-menarik geopolitik internasional adalah dengan cara menguatkan jiwa nasionalisme yang dijiwai jati diri bangsa untuk menguatkan karakter bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

 

Dari kalangan akademisi, Prof Dr Meutia Farida Hatta Swasono menyampaikan pentingnya Pancasila sebagai jalan lurus sesuai pemikiran Bung Hatta. “Polri didorong sebagai role model perekat bangsa,” katanya. Senada, sejarawan Prof Dr Anhar Gonggong menyoroti akar sejarah kebhayangkaraan dan peran Polri dalam perjalanan bangsa. Ia menekankan bahwa polisi harus menjadi unsur penting negara yang menjunjung nilai kejujuran dan antikorupsi.

 

Masukan juga datang dari peserta seminar. Kushartono, salah satu penanggap, menilai solusi persoalan bangsa bukanlah saling mengkritik atau menghujat, melainkan melalui introspeksi. Ia bahkan menganjurkan adanya “tobat nasional” dengan kembali kepada jati diri bangsa.

Baca Juga :  Brimob Polda Sumut Bangun MCK dan Tandon Air Bersih untuk Korban Banjir Bandang di Batang Toru

 

Komisioner Kompolnas, Supardi Hamid, dalam penutupannya menegaskan bahwa penguatan karakter anggota Polri harus diiringi tata kelola kelembagaan yang transparan dan berkeadilan. “Upaya penguatan karakter anggota Polri harus diiringi dengan tata kelola kelembagaan yang transparan dan berkeadilan, sebagai wujud reformasi SDM yang” ujarnya.

 

Irjen Anwar menutup seminar dengan menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman anggota tentang jati diri bangsa, menginternalisasi model Sadar Berkarakter dalam tugas sehari-hari, membangun komitmen kolektif, dan pada akhirnya mewujudkan Polri yang responsif, berkarakter kuat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi.(***)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest