BENGKULU, Investigasi.News– Kapolda Bengkulu Irjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K. memimpin Rapat Tindak Lanjut Penanaman Bawang Putih Serentak dalam rangka percepatan swasembada bawang putih bersama instansi terkait, Rabu (26/8/2026) pukul 09.00 WIB di Gedung Awaloedin Djamin Polda Bengkulu.
Rapat dihadiri Wakapolda Bengkulu Brigjen Pol Prianto Teguh Nugroho, S.I.K., M.H., CPM., CPLA, Irwasda, para Pejabat Utama Polda Bengkulu, Kapolres Rejang Lebong, Kapolres Kepahiang, Kapolres Lebong, Kapolres Bengkulu Tengah, Plt Bupati Rejang Lebong, Bupati Kepahiang, serta perwakilan Bupati Lebong dan Bupati Bengkulu Tengah.
Hadir pula Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Manager PT. Pusri Cabang Bengkulu, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bengkulu, Kadis TPHP Provinsi Bengkulu, Kadis Ketahanan Pangan Provinsi, Ketua Kelompok Substansi Pengelolaan Penyuluhan Pertanian Provinsi, serta para Kadis TPHP Kabupaten Rejang Lebong, Kepahiang, Lebong, dan Bengkulu Tengah.
Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa penanaman bawang putih serentak secara nasional telah dilaksanakan pada 19 Agustus 2026 yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo,M.Si. dan dipusatkan di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan yang sama juga dilaksanakan secara serentak di Provinsi Bengkulu sebagai bagian dari upaya nasional mempercepat terwujudnya swasembada bawang putih.
Kapolda Bengkulu menegaskan bahwa Provinsi Bengkulu mendapat amanat untuk mengambil bagian dalam program strategis tersebut. Penanaman yang telah dimulai di Kabupaten Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong harus ditindaklanjuti dengan kesiapan lahan, pemeliharaan tanaman, pendampingan berkelanjutan, serta penetapan target produksi yang jelas dan terukur.
“Selain mempertahankan di 3 kabupaten, kita juga perlu mendorong perluasan areal di Kabupaten Bengkulu Tengah. Kita lihat kesiapan lahan dan kondisi wilayah yang mendukung agar potensi produksi bawang putih di Bengkulu bisa semakin meningkat,”ujar Kapolda.
Lebih lanjut Kapolda menyampaikan bahwa keberhasilan program ini memerlukan sinergi seluruh pihak. Mulai dari Pemerintah Provinsi, para Bupati, Kementerian Pertanian, Pupuk Indonesia, dinas teknis, kelompok tani, hingga penyuluh pertanian. Fokus dukungan diarahkan pada penyediaan sarana produksi, pupuk, pendampingan, pemeliharaan, pengawasan, hingga penyerapan hasil produksi.
Rapat ini juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi dan menyusun langkah tindak lanjut bersama. Tujuannya agar program penanaman bawang putih berjalan optimal, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi nyata terhadap percepatan swasembada bawang putih secara nasional.
Kegiatan rapat berlangsung dalam keadaan tertib dan juga kegiatan di akhiri dengan foto bersama.





