BENGKULU, Investigasi.News – Kesabaran warga ada batasnya. Setelah 6 tahun hidup berdampingan, warga Kelurahan Betungan RT 03, RT 14, dan RT 26 akhirnya kehilangan kepercayaan kepada manajemen *PT Indomarco Prismatama*. Kekecewaan memuncak. Ultimatum dilayangkan.
Jika tidak ada itikad baik, massa akan turun.
Perusahaan ritel yang berdiri kokoh di tengah permukiman itu dituding bungkam. Tak ada solusi. Tak ada tanggung jawab. Tak ada rasa hormat.
“Harga Diri Diinjak, Nyawa Kami Pertaruhkan”
Pernyataan itu terlontar dari Ketua RT 14 Betungan, *Bapak Ramadan*, saat ditemui warga, senin 6/7/2026
“Kalau kita ingin diperlakukan baik, kita perlakukan orang baik. Kalau kita ingin dihormati, kita hormati. Tapi kalau harga diri kami diinjak-injak, nyawa pun rela kami pertaruhkan,” tegasnya.
Bagi warga, ini bukan ancaman. Ini soal martabat,6 Tahun Mengalah, Balasannya Dibungkam
Para tokoh masyarakat mengaku sudah terlalu lama mengalah. Selama 6 tahun, warga menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan untuk perusahaan tersebut.
“Selama 6 tahun ini kita telah menjaga keamanan dan kenyamanan bertetangga dengan PT Indomarco. Apakah ini balasannya? Diajak komunikasi tidak ada tanggapan sama sekali,” ujar perwakilan warga lainnya.
Rasa kecewa itu kini berubah jadi perlawanan.
Aksi Massa Sudah Diputuskan
“Kita pastikan kita akan aksi. Kita tunjukkan kekuatan warga sekitar kalau kita sudah bersatu,” tegas warga.
Aksi unjuk rasa ke kantor PT Indomarco sudah dikunci. Massa dari 3 RT akan bergerak bersama. Tuntutannya jelas: tanggung jawab dan itikad baik.
Redaksi *Investigasi.news* membuka ruang hak jawab seluas-luasnya sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Publik berhak tahu: sampai kapan perusahaan sebesar ini menutup mata terhadap jeritan warganya sendiri?
Penulis :Red








