MUKOMUKO, Investigasi.News– Harmoni dan semangat kebersamaan terpancar dengan indah dalam kegiatan silaturahmi akbar yang dihelat oleh seluruh elemen Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) se-Kabupaten Mukomuko.selasa 5 Mei 2026
Bertempat di Sekretariat PWRI, acara yang berlangsung pada Selasa, 5 Mei 2026 ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah momentum bersejarah untuk mempererat tali persaudaraan serta merumuskan arah gerak organisasi yang lebih strategis ke depannya.
Berdasarkan data yang dihimpun secara valid, dari total 25 organisasi yang telah terverifikasi resmi dan memiliki legalitas jelas di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mukomuko, tercatat sebanyak 15 organisasi hadir memenuhi undangan.
Kehadiran para penggiat sosial ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan masih sangat menyala, meskipun di tengah dinamika kehidupan organisasi yang beragam.
Dalam sambutan pembuka yang penuh kharisma, salah satu perwakilan ketua organisasi menegaskan bahwa pertemuan ini memiliki makna yang sangat dalam.
“Tujuan utama kita berkumpul di sini adalah untuk mempererat hubungan kekerabatan dan kekeluargaan antar sesama organisasi di Kabupaten Mukomuko. Kita ingin membangun satu kesatuan yang kompak, solid, dan berintegritas. Sebab, apabila ormas-ormas ini berdiri tegak dan bersatu dalam visi yang sama, maka fungsi kontrol sosial kita terhadap pemerintah akan menjadi jauh lebih kuat, efektif, dan berpengaruh bagi kepentingan masyarakat,” ujarnya dengan penuh semangat dan keyakinan.
DISKUSI STRATEGIS: DARI PERAN ORMAS HINGGA SOROTAN PENGELOLAAN ANGGARAN
Di dalam forum diskusi yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan tersebut, berbagai topik krusial dibahas secara mendalam dan komprehensif. Pembahasan mencakup dinamika peran ormas dalam mengawal laju pembangunan daerah, hingga evaluasi menyeluruh terkait perhatian pemerintah daerah terhadap eksistensi dan kinerja organisasi kemasyarakatan.
Namun, pembicaraan mencapai titik paling tajam dan kritis ketika memasuki pembahasan mengenai penyaluran dana hibah dan bantuan sosial dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko. Para peserta secara tegas menyoroti adanya dugaan ketidakadilan serta ketimpangan yang mencolok dalam mekanisme distribusi anggaran tersebut.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari sumber terpercaya di lokasi, terungkap fakta yang cukup mengherankan. Terdapat indikasi bahwa salah satu ormas disebut-sebut menerima bantuan dana secara langsung, sementara banyak organisasi lain yang justru tidak mendapatkan perlakuan yang sama, bahkan cenderung terabaikan. Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya besar dan rasa ketidakadilan di kalangan peserta.
“Apa yang membedakan sehingga ada ormas yang dibantu, sedangkan ormas lain yang sudah jelas-jelas terverifikasi secara legal dan resmi di Kesbangpol malah tidak mendapatkan dana pembinaan sama sekali? Ini yang menjadi pertanyaan besar dan menjadi perhatian serius bagi kita semua,” ungkap salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya, dengan nada kecewa namun tetap tegas dan berwibawa.
Merespons kegelisahan tersebut, para perwakilan organisasi sepakat untuk mengambil langkah diplomatis namun penuh ketegasan. Mereka berencana akan menyurati Bupati Mukomuko guna memohon waktu audiensi khusus dan melakukan klarifikasi menyeluruh terkait mekanisme serta transparansi penyaluran dana hibah tersebut. Tujuannya agar ke depannya pengelolaan anggaran dapat berjalan lebih adil, objektif, dan berkelayakan sesuai dengan aturan yang berlaku.
DAFTAR ORGANISASI PESERTA
Sebagai wujud komitmen tinggi terhadap tata kelola organisasi yang profesional dan legal, panitia menegaskan bahwa rapat koordinasi ini hanya diikuti oleh LSM dan Ormas yang sudah terdaftar resmi dan memiliki legalitas yang jelas di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Mukomuko.
Adapun 15 organisasi yang hadir dan turut serta memperkuat silaturahmi tersebut antara lain:
1. PWRI Kabupaten Mukomuko
2. LSM Amanah
3. LSM ABPEDNAS
4. Gerakan Pemuda Ansor
5. PKPS
6. Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI)
7. Badan Investigasi Nasional
8. PPITNI
9. Sanggar Seni Sakora Awak Mukomuko
10. Garda P3ER & LBH
11. PD Persatuan Islam (PERSIS)
12. PKDP
13. PCNU
14. Komda LMR-RI Mukomuko
Diharapkan, keberadaan forum ini dapat menjadi awal dari sinergi yang jauh lebih kokoh demi terwujudnya pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, dan benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
(HD / TIM REDAKSI)







