BENGKULU ,Investigasi.News– Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bengkulu menunjukkan antusiasme tinggi dalam merambah pasar modal setelah mengikuti kegiatan edukasi dan investasi yang digelar Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Bengkulu. Kegiatan ini menjadi awal bagi wartawan untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga berinvestasi saham secara legal.
Hubungan BEI dan Insan Pers Terjalin Erat
Kepala BEI Bengkulu, Marina, menyatakan bahwa hubungan antara BEI dan insan pers di daerah ini telah erat, salah satunya melalui grup WhatsApp yang efektif dalam menyebarkan informasi pasar modal secara akurat dan mudah dipahami.
“Peran BEI tidak hanya sosialisasi, tetapi juga mendorong perusahaan lokal untuk melantai di bursa. Menjadi perusahaan terbuka memberikan akses pendanaan yang lebih besar sekaligus meningkatkan transparansi dan tata kelola,” ujarnya.
Marina juga mengingatkan masyarakat untuk hanya berinvestasi melalui jalur resmi yang difasilitasi BEI dan diawasi OJK, agar terhindar dari pihak yang tidak jelas.
Investasi Jangka Panjang Cegah Nilai Uang Tergerus Inflasi
Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya perencanaan keuangan sejak dini. Risiko hidup seperti sakit, kehilangan pekerjaan, dan inflasi menjadi alasan kuat untuk berinvestasi secara terencana.
“Saham merupakan instrumen yang relatif fleksibel dan likuid dibandingkan tanah atau kebun. Saham bisa diperjualbelikan sesuai jam bursa, sehingga cocok juga bagi pemula,” jelasnya.
Melalui program Sekolah Pasar Modal, wartawan tidak hanya mendapatkan pemahaman, tetapi juga difasilitasi membuka rekening efek dan berinvestasi langsung. Diharapkan mereka menjadi agen literasi keuangan yang kritis di masyarakat.
Diharapkan Tingkatkan Kualitas Pemberitaan Ekonomi
Ketua Hari Pers Nasional (HPN) Provinsi Bengkulu, H. Syah Bandar, mengapresiasi langkah BEI. Menurutnya, literasi investasi penting tidak hanya untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga meningkatkan kualitas pemberitaan ekonomi.
Ia berharap kolaborasi PWI dan BEI Bengkulu terus berlanjut agar wartawan semakin melek investasi, terhindar dari investasi bodong, dan mampu menyampaikan edukasi keuangan yang benar kepada publik.(***)







