Banjir Bandang Putuskan Jembatan Gantung Desa Kayu Manis, Aktivitas Petani Lumpuh

More articles

Rejang Lebong, Investigasi.news -Banjir bandang yang menerjang wilayah Desa Kayu Manis, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Sabtu (23/5/2026), mengakibatkan jembatan gantung yang menjadi akses utama masyarakat menuju area persawahan dan perkebunan kopi terputus total.

 

Peristiwa tersebut menjadi pukulan berat bagi warga setempat. Jembatan gantung yang dibangun pada tahun 2019 itu selama ini memiliki peran vital sebagai jalur penghubung aktivitas masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian dan perkebunan kopi.

 

Akibat putusnya jembatan tersebut, aktivitas warga menuju lahan pertanian kini mengalami hambatan serius. Masyarakat terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan sulit dilalui untuk mengangkut hasil panen maupun kebutuhan lainnya.

Baca Juga :  Pawai Obor dan Gema Takbir Warnai Malam Idulfitri di Desa Kampung Baru Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong

 

Perangkat Desa Kayu Manis, Amran Sapawi, mewakili masyarakat setempat menyampaikan bahwa kondisi tersebut sangat berdampak terhadap mobilitas warga dan secara langsung memengaruhi roda perekonomian desa.

 

“Jembatan ini sangat vital bagi masyarakat. Sejak putus akibat banjir bandang, aktivitas menuju persawahan dan kebun kopi menjadi terganggu. Dampaknya bukan hanya soal akses, tetapi juga menyangkut perekonomian masyarakat Desa Kayu Manis secara umum,” ujar Amran Sapawi.

 

Menurutnya, selama ini jembatan gantung tersebut menjadi satu-satunya akses utama masyarakat untuk membawa hasil panen dari area perkebunan dan persawahan menuju permukiman maupun pusat penjualan hasil pertanian.

 

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dan Pemerintah Provinsi Bengkulu dapat segera mengambil langkah cepat dalam penanganan kondisi darurat tersebut, baik melalui pembangunan akses sementara maupun percepatan pembangunan kembali jembatan permanen.

Baca Juga :  874 Santri RA di Rejang Lebong Antusias Ikuti Manasik Haji, Kenalkan Rukun Islam Sejak Dini  

 

Warga juga meminta dinas terkait segera turun langsung meninjau lokasi kerusakan agar solusi penanganan dapat segera direalisasikan. Kehadiran jembatan darurat dinilai sangat dibutuhkan guna menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan sambil menunggu proses pembangunan permanen dilakukan.

 

Selain menghambat aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut juga dikhawatirkan berdampak terhadap distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat. Jika tidak segera ditangani, para petani diperkirakan akan mengalami penurunan pendapatan akibat sulitnya akses transportasi hasil panen.

 

Dengan harapan besar, masyarakat Desa Kayu Manis meminta pemerintah dan instansi terkait dapat bergerak cepat untuk mengembalikan akses penghubung yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas sekaligus penopang utama perekonomian warga desa.(prida)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest