SKANDAL JALAN “KERTAS” REJANG LEBONG! Baru 4 Bulan Hancur Lebur, Papan Proyek Misterius Hilang—Uang Rakyat Dibuang Sembarangan

More articles

REJANG LEBONG, Investigasi.News– Sungguh memalukan! Ini bukan sekadar kerusakan jalan, melainkan bukti nyata kegagalan total dan dugaan pengkhianatan terhadap uang negara. Ruas jalan penghubung strategis antara Desa Dusun Sawah (Curup Utara) menuju Tebat Pulau hingga Air Pikat (Bermani Ulu), yang baru diresmikan Desember 2025 lalu, kini sudah berubah menjadi lubang-lubang maut.

 

Padahal, proyek senilai miliaran rupiah dari APBD 2025 ini baru berusia kurang dari 4 bulan. Namun, kondisinya sudah jauh lebih parah daripada jalanan yang tak tersentuh puluhan tahun.

 

Fakta di lapangan sungguh memilukan sekaligus membuat darah panas. Aspal yang seharusnya kokoh kini penuh retakan memanjang, berlubang menganga lebar, hingga terkelupas parah memperlihatkan tanah dasar. Jalan yang dibangun dengan biaya mahal itu nyatanya tak lebih kuat dari “kue kering” yang mudah hancur.

Baca Juga :  Jelang Idul Fitri 1446 H, Dinkes Kota Bengkulu Imbau Masyarakat Hati-hati Saat Beli Kue Lebaran

 

Papan Proyek Hilang, Ada Apa?

 

Yang semakin mencurigakan, saat tim media meninjau lokasi, Papan Nama Proyek yang seharusnya berdiri kokoh sebagai bukti transparansi, kini hilang lenyap tanpa bekas.

 

Hilangnya papan proyek ini di tengah kondisi jalan yang ambruk memicu dugaan kuat adanya upaya sengaja menghapus jejak. Seolah-olah ada pihak yang panik dan ingin menutup-nutupi identitas pelaksana serta nilai kontrak agar tak mudah dilacak oleh publik. Ini bukan sekadar kelalaian, ini terkesan seperti upaya “pembersihan TKP”.

 

Analisis Teknik: Ini Bukan Salah Cuaca, Ini Murni Kecurangan!

 

Berdasarkan prinsip teknik sipil, kerusakan yang terjadi secepat kilat ini bukan disebabkan oleh beban berlebih atau cuaca buruk, melainkan indikasi kuat terjadinya pelanggaran fatal spesifikasi teknis:

 

1. Aspal Tipis Minta Ampun: Diduga kuat ketebalan lapisan aspal (Hotmix) jauh di bawah standar minimal yang seharusnya 4-5 cm. Nyatanya di lapangan hanya dilabur tipis layaknya “aspal goreng” tanpa kekuatan sama sekali.

2. Tidak Ada Pondasi: Ini pelanggaran paling konyol dan menjijikkan. Di beberapa titik, terlihat aspal menempel langsung pada tanah liat! Tidak ada lapisan batu makadam atau pondasi agregat sama sekali. Bagaimana jalan bisa kuat jika dasarnya hanya tanah gembur? Ini jelas pembohongan publik!

 

Dimana Mata PUPR? Bagaimana Bisa Disahkan?

 

Baca Juga :  Petani Desa Lubuk Sanai Mukomuko Keluhkan Debit Air Tak Memadai, Risiko Gagal Panen Mengintip

Kita harus bertanya keras kepada Dinas PUPR Rejang Lebong sebagai pemilik proyek. Bagaimana mungkin proses Serah Terima Pertama (PHO) bisa dilakukan dan dinyatakan “Lulus Sempurna”?

SKANDAL JALAN “KERTAS” REJANG LEBONG! Baru 4 Bulan Hancur Lebur, Papan Proyek Misterius Hilang—Uang Rakyat Dibuang Sembarangan. Jumat 10/4/2026 (foto: Prida)

Apakah pengawasan hanya dilakukan lewat layar komputer? Atau mata pengawas sengaja ditutup rapat hingga kontraktor bertindak sewenang-wenang memangkas material semau sendiri? Jalan ini dibangun bukan untuk dinikmati rakyat, tapi seolah hanya untuk “memakan anggaran” lalu dibiarkan mati.

 

Warga Murka: Ini Korupsi Terang-terangan!

 

Warga dan pengguna jalan merasa dipermainkan. Mereka menuntut agar Inspektorat Kabupaten dan Aparat Penegak Hukum segera turun tangan, bukan cuma main-main.

Baca Juga :  POLISI TANGKAP PELAKU JAMBRET DI REJANG LEBONG, KORBAN PELAJAR ALAMI LUKA DAN KERUGIAN RP15 JUTA

 

“Jangan biarkan uang rakyat habis untuk jalan musiman yang rusak sebelum dipakai. Kami curiga ini mark-down material yang disengaja! Ini korupsi!” seru warga dengan nada emosi.

 

Jika dugaan ini benar, maka para oknum—mulai dari kontraktor CV. IFANO JAYA NUSA hingga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang meloloskan kualitas sampah ini—sudah siap dijegal dengan UU Tipikor.

 

Rakyat tidak butuh alasan, rakyat butuh KEADILAN. Jangan biarkan Rejang Lebong jadi ladang mainan para perampok negara!

 

 

Wartawan :Prida

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest