BENGKULU UTARA ,Investigasi.News– Press release yang dipimpin Kapolres Bengkulu Utara AKBP Bakti Kautsar Ali pada Selasa (3/3/2026) malam memberikan klarifikasi penting terkait kasus yang menyayat hati pada siswa MIN 02 Bengkulu Utara, Muhamad Sultan Alfatih (8). Hasil uji laboratorium dari Balai POM Bengkulu menyatakan sampel makanan roti burger MBG dan muntahan korban negatif zat berbahaya, sehingga dugaan keracunan tidak terbukti.
Peristiwa awalnya terjadi pada Kamis (26/2/2026) setelah korban mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG). Korban mengeluhkan keluhan kesehatan hingga mengalami pendarahan dan penggumpalan cairan di kepala, yang menjadi penyebab kematian berdasarkan hasil medis. Setelah menjalani operasi di RS Tiara Sella Bengkulu pada Sabtu (28/2/2026), kondisi korban tidak kunjung membaik dan akhirnya meninggal pada malam yang sama.
Dalam konferensi pers yang dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan, pihak MBG, dan Direktur RS Tiara Sella dr. Syella Ania, MARS, Kapolres menjelaskan bahwa penyebab kematian bukan karena keracunan makanan. “Hasil uji telah menunjukkan makanan aman, sehingga dugaan yang beredar di masyarakat tidak sesuai dengan fakta ilmiah,” ujarnya.
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Ichsan Nur menegaskan bahwa penyelidikan akan terus berjalan secara menyeluruh untuk memastikan semua aspek terklarifikasi. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi, mengingat keluarga korban tengah merasakan duka mendalam. “Kami mengharapkan dukungan dari semua pihak untuk menjaga kondisi tetap kondusif dengan hanya menyebarkan informasi yang benar dan berbasis fakta,” tegasnya.
Penulis :Red








