Jakarta, Investigasi.News– Sejumlah mahasiswa menggelar aksi penyampaian aspirasi di kawasan Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat (27/2/2026). Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang itu berakhir tanpa adanya bentrokan fisik atau kerusakan fasilitas umum.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa pengamanan terhadap aksi tersebut dilakukan dengan mengedepankan prinsip perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia. Pendekatan persuasif menjadi fokus utama agar situasi tetap kondusif.
“Salah satu poin penting dalam pelaksanaan pengamanan hari ini adalah kita selalu mengutamakan sisi humanis dan tidak melupakan hak asasi setiap individu yang terlibat,” ujarnya saat ditemui awak media.
Budi mengakui bahwa selama aksi berlangsung terdapat beberapa dinamika, seperti oknum mahasiswa yang menggunakan kata-kata tidak pantas terhadap anggota Polri dan menuliskan ucapan tidak elok di syal seorang Polwan. Namun, aparat tetap menjaga kesabaran dan tidak terpancing untuk mengambil tindakan yang tidak perlu.
Di tengah bulan suci Ramadan, Budi juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dan norma masyarakat dalam menyampaikan pendapat. “Kita menghargai hak untuk bersuara, namun hal tersebut harus sejalan dengan penghormatan terhadap mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa,” jelasnya.
Seluruh tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa akan menjadi bahan evaluasi internal kepolisian, termasuk di tingkat pimpinan. Permintaan audiensi yang diajukan oleh massa juga akan diteruskan dan dikaji lebih lanjut. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sendiri telah memantau jalannya kegiatan tersebut dari awal hingga akhir.
Penulis :tim







