BANDARA FATMAWATI SOEKARNO BENGKULU SELENGGARAKAN KEGIATAN PENINGKATAN KOORDINASI KEAMANAN PENERBANGAN  

More articles

BENGKULU, Investigasi.News– Sebanyak ±45 peserta dari berbagai pihak terkait penerbangan berkumpul dalam kegiatan “Penguatan Koordinasi Untuk Meningkatkan Kepatuhan terhadap Regulasi Keamanan Penerbangan” yang berlangsung pada Rabu (17/12) pukul 08.30 – 12.30 WIB di Bandara Fatmawati Soekarno, Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pengelola Bandara Fatmawati Soekarno bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

 

Kegiatan digelar sebagai upaya meningkatkan sinergi antar pihak seiring perkembangan standar keamanan internasional dan perubahan regulasi nasional. Tujuannya adalah memastikan pemahaman yang konsisten serta koordinasi terpadu untuk menjaga kepatuhan dan keamanan operasional penerbangan di wilayah Bengkulu.

 

Hadir dalam kegiatan ini sejumlah perwakilan penting, antara lain Dr. Ir. Bambang Susanto, M.M. (Kepala Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu), Rina Dewi, S.T., M.T. (Perwakilan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara), Agus Setiawan, S.Kom. (Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah Bengkulu), Muhammad Faisal, S.E. (Manajer Operasional PT Angkasa Pura II Cabang Bengkulu), serta perwakilan maskapai penerbangan, kepolisian, BIN, dan pihak terkait lainnya.

Baca Juga :  Kisruh Hasil Seleksi PPPK, PGRI Taliabu Angkat Bicara

 

Rincian Kegiatan

 

Pada sesi pembukaan, Kepala Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi keamanan penerbangan sebagai prioritas utama untuk menjaga keamanan penumpang, awak pesawat, dan infrastruktur penerbangan.

 

Selanjutnya, narasumber dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan paparan mengenai regulasi terbaru, antara lain perubahan ketentuan pemeriksaan keamanan bandara dan kargo, standar baru untuk keamanan sistem informasi penerbangan, serta persyaratan pelatihan dan sertifikasi petugas keamanan.

 

Pada sesi diskusi kelompok yang dibagi menjadi 3 topik, peserta mengidentifikasi sejumlah tantangan utama, yaitu keterbatasan petugas keamanan bersertifikasi, kebutuhan pembaruan alat pemeriksaan yang usang, dan kurangnya sistem terpadu untuk berbagi informasi antar institusi.

Baca Juga :  Menyebarkan Kebaikan: Dian Optical Menyalurkan Zakat Mal untuk Membantu Pakir Miskin dan Janda

 

Setelah itu, setiap kelompok mempresentasikan usulan solusi, antara lain penyelenggaraan pelatihan sertifikasi bersama, pengajuan anggaran untuk pembaruan infrastruktur, serta perumusan kerjasama pembuatan sistem informasi berbagi data terpadu.

 

Rencana Tindak Bersama

 

Pada penutupan kegiatan, disusun poin-poin kesepakatan bersama:

 

1. Pembentukan tim kerja khusus untuk mengoordinasikan pelaksanaan regulasi di wilayah Bengkulu.

2. Pelaksanaan pelatihan bersama pada bulan Januari 2026.

3. Pengajuan proposal pembaruan infrastruktur keamanan dalam waktu 2 minggu ke depan.

4. Pembentukan panitia kerja untuk merancang sistem informasi berbagi data.

 

Kegiatan diharapkan dapat diimplementasikan secara konsisten dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan keamanan dan kepatuhan penerbangan di Bengkulu.(***)

 

 

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest