MUKOMUKO, Investigasi.News– Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, akan segera melakukan pemetaan dan pendataan menyeluruh terhadap titik-titik rawan kecelakaan lalulintas di seluruh jalan raya wilayahnya. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap tingginya frekuensi kecelakaan, terutama di tikungan jalan dan jembatan yang menjadi zona merah bagi pengguna jalan.1/4/2026
Kepala Dishub Kabupaten Mukomuko, Novria Eka Putra, S.STP, menjelaskan bahwa minimnya sarana prasarana lalu lintas khususnya rambu-rambu jalan menjadi faktor utama tingginya angka kecelakaan.
“Banyak lokasi yang seharusnya dilengkapi dengan rambu-rambu yang jelas dan mudah dibaca, namun hingga saat ini belum dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh keprihatinan.
Selain penambahan rambu-rambu, pihak Dishub juga akan mengevaluasi kondisi markah jalan yang ada. Menurut Novria, markah jalan yang jelas dan terawat memiliki peran sama pentingnya dalam menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas.
“Kita akan melakukan pendataan terhadap kondisi markah jalan yang sudah ada serta menentukan bagian yang perlu diperbaiki atau dibuat baru,” jelasnya.
Namun demikian, program ini menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan anggaran dalam APBD Kabupaten Mukomuko tahun ini. “Alokasi anggaran yang ada belum mampu mengakomodir seluruh kebutuhan secara utuh,” ujarnya secara jujur.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dishub telah menyusun usulan bantuan ke UPTD Provinsi Bengkulu. Dokumen usulan yang disusun secara detail mencakup data lokasi titik rawan, jumlah sarana yang dibutuhkan, serta perkiraan biaya.
“Kita berharap usulan dapat mendapatkan dukungan agar program dapat segera terlaksana dan meningkatkan keamanan lalu lintas di Kabupaten Mukomuko,” pungkas Novria.
Wartawan :Hidayat







