Bengkulu, Investigasi.news – Sejak beredarnya rekaman percakapan yang menghebohkan publik, rabu 26 November 2025, anggota DPRD MM, DD, akhirnya angkat bicara secara tegas. Ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui bahwa percakapan telepon tersebut direkam dan menyebut bahwa rekaman yang beredar saat ini telah disalahgunakan untuk memutarbalikkan fakta.
Dalam konferensi pers kepada Investigasi.news, DD menyatakan dengan tegas, “Saya sama sekali tidak tahu kalau pembicaraan saya direkam. Saya hanya memberikan informasi yang saya tahu, tanpa ada niat memesan pemberitaan atau memanfaatkan media untuk keuntungan pribadi. Saya merasa dijebak dan dirugikan secara tidak adil.”
DD mengaku bahwa percakapan tersebut awalnya hanyalah komunikasi biasa terkait informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menegaskan bahwa rekaman tersebut kemudian diedarkan dengan narasi yang menyesatkan, sehingga menimbulkan kesan bahwa dirinya memesan berita tertentu. “Ini adalah fitnah dan upaya memutarbalikkan fakta. Saya tidak pernah berniat membuat skenario apa pun,” tegasnya.
Ia juga menolak keras tudingan bahwa dirinya terlibat dalam konspirasi atau skenario tertentu. “Rekaman ini justru membuktikan bahwa ada pihak yang sengaja memelintir ucapan saya untuk kepentingan tertentu. Saya adalah korban dari penyebaran informasi tanpa izin dan tanpa dasar yang jelas,” ujarnya dengan nada tegas.
DD meminta aparat penegak hukum untuk segera menelusuri siapa yang merekam dan menyebarkan percakapan pribadi tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar hak privasi dan aturan penyebaran informasi yang berlaku. “Jika rekaman ini memang disebarkan untuk menjatuhkan saya, berarti saya menjadi korban upaya pembunuhan karakter. Saya mendesak aparat untuk mengusut tuntas,” katanya.
Di akhir wawancara, DD menegaskan kesiapan dirinya untuk memberikan klarifikasi kepada media manapun, asalkan dilakukan secara profesional, berimbang, dan tidak memihak. “Saya tidak akan tinggal diam terhadap upaya fitnah dan penyebaran berita hoaks yang merusak nama baik saya. Saya berharap media tetap menjaga etika dan tidak memperkuat narasi yang belum tentu benar,” tutupnya.
Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar tentang pelanggaran privasi dan penyebaran informasi tanpa izin yang dilakukan pihak tidak bertanggung jawab. DD menegaskan bahwa dirinya adalah korban dari upaya kriminal yang harus diusut tuntas oleh aparat penegak hukum.
Tim







