REJANG LEBONG, Investigasi.News– Sebuah peristiwa nahas menimpa seorang anak laki-laki berusia 8 tahun, Bagas Muhammad Panji Pratama, yang dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tenggelam dan terseret arus Sungai Musi.
Kejadian naas ini berlangsung pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, tepatnya di wilayah Desa Lubuk Ubar, Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan warga setempat yang sedang mandi bersama temannya, Yudis, di area sungai dekat persawahan. Saat bermain air, tiba-tiba korban dinyatakan tenggelam dan langsung terseret oleh arus sungai yang cukup kuat.
Melihat kejadian tersebut, Yudis langsung berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu didengar oleh Samsul, pemilik lahan sawah di sekitar lokasi. Mengetahui ada korban yang hanyut, Samsul segera menggerakkan warga sekitar untuk melakukan pencarian.
Ditemukan 500 Meter dari Lokasi Kejadian
Tim pencarian yang terdiri dari warga melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai. Setelah pencarian berlangsung selama kurang lebih 30 menit, tubuh korban akhirnya ditemukan oleh warga bernama Sutami.
Uniknya, korban ditemukan secara tidak sengaja saat tubuhnya terbawa arus dan menabrak kaki Sutami yang sedang berada di dalam air. Lokasi penemuan korban berjarak sekitar 500 meter dari titik awal ia tenggelam.
Korban segera dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. Namun sayang, nyawa bocah tersebut tak dapat diselamatkan. Berdasarkan pemeriksaan awal pihak berwenang, korban sudah dinyatakan meninggal dunia saat ditemukan.
Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan
Kasi Humas Polres Rejang Lebong, AKP M. Hasan Basri, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik yang mengarah pada tindak pidana.
“Hasil pengecekan menunjukkan tidak ada unsur pidana. Korban diduga kuat meninggal dunia akibat tenggelam dan terbawa arus sungai saat mandi bersama temannya,” ujar AKP Hasan Basri.
Meski demikian, jenazah korban ditemukan memiliki luka robek, memar, serta benjolan di bagian dahi kanan atas. Kondisi tubuh korban juga tampak membiru diduga akibat terpapar air sungai yang dingin dan terbentur bebatuan karena arus yang deras.
Diketahui pada saat kejadian, kondisi Sungai Musi sedang dalam keadaan debit air yang tinggi dan arus yang sangat kuat.
Sampai berita ini diturunkan, pihak keluarga korban diketahui menolak dilakukan visum atau autopsi terhadap jenazah anaknya. Namun demikian, kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan tetap terbuka dan bisa dilakukan kembali jika di kemudian hari ditemukan fakta-fakta baru.
Wartawan : Prida







