Sinergi Religius Sebagai Fondasi Kamtibmas Kondusif di Sumsel  

More articles

Palembang, Investigasi. News– Kegiatan Pengajian Ramadhan 1447 H bersama Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan yang dihadiri Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho bukan hanya sekadar acara keagamaan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi bukti konkret bagaimana pendekatan religius dapat dijadikan strategi efektif dalam memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah ini.

 

Bulan suci Ramadhan memang memiliki makna mendalam bagi umat Islam, tidak hanya sebagai waktu untuk beribadah namun juga mempererat tali silaturahmi dan kepedulian sosial. Di tangan Forkopimda Sumsel, makna tersebut diangkat menjadi landasan kolaborasi lintas instansi. Ketika jajaran pimpinan daerah bersama aparat kepolisian melaksanakan shalat berjamaah dan mengikuti tausiyah, hal itu mencerminkan kesadaran bahwa kebersamaan yang berakar pada nilai-nilai spiritual akan menghasilkan sinergi yang lebih solid.

Baca Juga :  Sekwan DPRD Agam Terima Kunjungan DPRD Pelalawan Riau

 

Pendekatan soft approach dan cooling system yang ditegaskan Polda Sumsel merupakan langkah yang tepat. Pesan kamtibmas yang disampaikan dalam suasana religius cenderung lebih mudah diterima masyarakat, karena disampaikan dalam konteks kebaikan dan kepedulian bersama. Hal ini sejalan dengan pesan penceramah tentang integritas, amanah, dan tanggung jawab bagi pemimpin dan pelayan publik – nilai-nilai yang juga menjadi landasan kerja Polri dalam memberikan pelayanan prima.

 

Sinergi antara unsur keamanan dan lembaga daerah seperti yang terlihat dalam kegiatan ini adalah fondasi utama kemajuan daerah. Tanpa stabilitas kamtibmas yang terjaga dengan baik, upaya pembangunan berkelanjutan akan sulit terealisasikan. Semangat kerukunan dan kebersamaan yang terbangun selama acara ini harus terus dipertahankan dan diperluas hingga menjangkau setiap lapisan masyarakat, terutama menjelang perayaan Idul Fitri yang akan datang.

Baca Juga :  Wakili Bupati, Ir. Syafrialis, MM Kadis Pertanian Pasaman Resmikan Kelompok Tani Ambun Jaya

 

Diharapkan, model kolaborasi berbasis nilai-nilai religius seperti ini tidak hanya menjadi acara tahunan, melainkan menjadi budaya kerja yang mengakar di seluruh elemen masyarakat Sumsel. Dengan demikian, kamtibmas yang aman, damai, dan sejuk bukan hanya target, melainkan realitas yang dapat diraih bersama.

 

 

 

Penulis :tim

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest