Polres Aceh Tengah dan BKO Brimob Polda Aceh Bangun 7 Jembatan Darurat di Wilayah Terisolir

More articles

Aceh Tengah ,Investigasi.News— Polres Aceh Tengah bersama BKO Sat Brimob Polda Aceh, unsur TNI, serta masyarakat setempat membangun tujuh titik jembatan darurat di sejumlah wilayah terisolir Kabupaten Aceh Tengah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya percepatan pemulihan akses transportasi warga pascabencana.

 

Pembangunan jembatan darurat tersebut tersebar di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Linge di Desa Owaq dan Desa Umang; Kecamatan Bintang di Desa Gele Pulo; Kecamatan Celala di Desa Paya Kolak dan Desa Kuyun Uken; serta Kecamatan Rusip Antara di Desa Pilar dan Desa Mekar Maju.

 

Seluruh proses pembangunan dilaksanakan secara gotong royong oleh personel Polres Aceh Tengah, Sat Brimob Polda Aceh, TNI, bersama masyarakat. Kehadiran jembatan darurat ini mendapat respons positif dari warga karena kembali membuka akses mobilitas, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Baca Juga :  Tokoh Adat Papua Apresiasi dan Dukung Satgas Ops Damai Cartenz Tindak KKB* *Jayapura –* Ondofolo Sentani Yanto Eluay menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Polri, khususnya Satgas Operasi Damai Cartenz, dalam penegakan hukum terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Dukungan itu diberikan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Bumi Cenderawasih. “Kami seluruh masyarakat Papua, khususnya para tokoh adat, memiliki tanggung jawab menjaga tanah Papua agar tetap aman dan damai. Apa pun yang negara lakukan melalui Satgas Ops Damai Cartenz adalah untuk mewujudkan Papua yang aman dan damai,” ujar Yanto Eluay di Jayapura, Senin (18/8). Ia menegaskan, tindakan penegakan hukum yang dilakukan Satgas Ops Damai Cartenz patut diapresiasi, terutama terhadap pihak-pihak yang masih melakukan tindakan kriminal, penembakan, atau gangguan keamanan di beberapa wilayah pegunungan dan daerah lain di Papua. “Harapan kami, semua tindakan yang mengganggu situasi kamtibmas segera dihentikan. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polri yang sudah berupaya menjaga keamanan,” tambahnya. Yanto juga mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama mendukung upaya penegakan hukum oleh Polri melalui Satgas Ops Damai Cartenz. Menurutnya, kondisi aman dan damai menjadi kunci bagi kemajuan Papua. “Mari kita jaga selalu Papua yang aman dan damai sehingga pembangunan dapat berjalan lancar dan masyarakat bisa merasakan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

 

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa pembangunan jembatan darurat tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

 

“Pembangunan jembatan darurat ini adalah wujud komitmen Polri bersama TNI dan masyarakat untuk memastikan akses warga kembali terbuka. Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam percepatan pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.

 

Ia menambahkan, Polri akan terus hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam misi kemanusiaan, khususnya pada situasi darurat dan bencana alam.

 

Pembangunan tujuh jembatan darurat ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan wilayah terdampak sekaligus memperkuat solidaritas antara aparat dan masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest