Dari Bengkulu ke Berlin: Dekan FKIP Unib Raih Kursi Bergengsi DAAD

More articles

Bengkulu, Investigasi.News– Universitas Bengkulu (UNIB) kembali menorehkan prestasi internasional. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNIB, Abdul Rahman, S.Si, M.Si, Ph.D, lolos seleksi program bergengsi DAAD DIES International Deans’ Course ASEAN 2026 di Jerman.

 

Abdul Rahman terpilih sebagai salah satu dari 30 pimpinan perguruan tinggi terbaik dari delapan negara ASEAN.

 

Program ini digelar Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD) bekerja sama dengan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Jerman dan Universitas Osnabrück, serta didanai Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Federal Jerman.

 

Melalui program ini, Abdul Rahman akan mengikuti pelatihan intensif selama 10 hari di Osnabrück dan Berlin, serta lima hari di Malaysia sepanjang 2026.

Baca Juga :  Ini Dia Resep Kemajuan Teknologi Indonesia ala Pakar IT SEVIMA dan Wakil Gubernur Akademi Angkatan Laut!

 

Fokus pelatihan mencakup manajemen mutu, tata kelola perguruan tinggi, dan strategi internasionalisasi pendidikan tinggi.

 

Program DIES dikenal sangat kompetitif. Peserta dibatasi hanya 30 orang yang terdiri dari dekan, wakil dekan, dan ketua jurusan dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Laos, Vietnam, Kamboja, dan Timor Leste.

 

Capaian ini semakin mengukuhkan posisi UNIB dalam jejaring akademik global.

 

Sebelumnya, pada Agustus–September 2025, Abdul Rahman juga meraih hibah Australia Awards Short Course untuk program Strengthening the Higher Education System in Indonesia (SHESI) di Australian National University dan University of Melbourne.

 

Program SHESI mempertemukan 20 akademisi dan tujuh staf Kementerian Diktisaintek yang terseleksi dari sekitar 800 pelamar nasional.

Baca Juga :  Visiting Professor ke FIB Unand, Kali Ini Kuliah dengan Prof Helen Boholano

 

Kegiatan meliputi pelatihan, seminar, serta dialog strategis dengan RMIT University, Deakin University, Holmes Institute, Kementerian Luar Negeri Australia, hingga lembaga akreditasi TEQSA.

 

Tak berhenti di situ, FKIP Unib juga memperluas jejaring global ke Asia Timur. Pada April 2026, Abdul Rahman, dijadwalkan menandatangani MoU dengan National Taiwan Normal University (NTNU), kampus QS Top 30 dunia bidang Pendidikan.

 

Kerja sama tersebut akan memperkuat tridharma perguruan tinggi dan membuka jalur studi doktoral (S3) bagi tiga dosen muda FKIP Unib: Lenni Mantili, Yahya Eko Nopianto, dan Hananda Fitra Pranatha.

 

Sebelumnya, FKIP Unib telah menjalin kerja sama dengan Universitas Tamkang, Taiwan, yang direalisasikan melalui program student exchange mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dengan dukungan beasiswa.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN-T IPB University dan Posyandu Desa Sambiroto Bersinergi dalam Gerakan Anti Stunting

 

Abdul Rahman, menegaskan seluruh langkah internasionalisasi ini berorientasi pada peningkatan kualitas tata kelola dan pembelajaran.

 

“Kualitas tidak lahir hanya dari teori. Ia tumbuh dari pengalaman dan sistem yang konsisten menerapkan ilmu secara nyata,” tegas doktor lulusan University of Nottingham, UK tersebut.

 

Menurutnya, ketika pengetahuan diwujudkan dalam kebijakan dan perilaku, di situlah kualitas sejati terbentuk dan menghasilkan perbaikan berkelanjutan.

 

Rektor Unib, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai langkah Dekan FKIP menjadi contoh konkret internasionalisasi kampus.

 

“Praktik baik ini harus menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika. Semakin banyak yang berkiprah global, semakin kuat posisi UNIB di kancah internasional,” ujarnya.

 

Prestasi ini menegaskan komitmen Universitas Bengkulu dalam memperkuat tata kelola, mutu pendidikan, dan reputasi global melalui jejaring internasional yang strategis dan berkelanjutan.

Penulis :(Humas UNIB/Tim)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest