Bengkulu, Investigasi.News – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu menyebutkan Provinsi Bengkulu pada Oktober 2024 mengalami deflesi mon to mon (m-to-m) sebesar 0,09 persen.
“Pada kondisi Oktober 2024, terjadi deflasi m-to-m sebesar 0,09 persen, inflasi y-to-d sebesar 0,30 persen dan inflasi y-on-y sebesar 1,34 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal, Senin (04/11/2024).
Dijelaskan Win Rizal, penyumbang utama Deflasi pada bulan Oktober 2024 secara m-to-m yaitu kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau dengan andil 0,13 persen.
Untuk komoditas penyumbang utama Deflesi pada kelompok ini antara lain, Cabai Merah, Terong, Jengkol, Kentang, dan Ketimun dengan andil masing-masing sebesar 0,18 persen; 0,04 persen; 0,03 persen; 0,02 persen dan 0,01 persen.
“Penyumbang utama inflasi bulan Oktober 2024 secara y-on-y adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,42 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebesar 0,27 persen, dan Daging Ayam Ras sebesar 0,16 persen,” ujar Win Rizal.
Lebih lanjut, perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,34 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah Emas perhiasan sebesar 0,23 persen.
“Selanjutnya untuk kelompok penyedian makanan dan minuman/Restoran dengan andil 0,25 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah Nasi dengan lauk sebesar 0,09 persen, dan ayam goreng sebesar 0,04 persen,” tutup Win.( Red)