Bengkulu, investigasi.news – Pendangkalan alur pelayaran di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu semakin mengkhawatirkan, berdampak serius pada distribusi logistik, BBM, serta kelancaran transportasi penumpang rute Bengkulu – Enggano. Kondisi ini memerlukan langkah cepat agar tidak semakin menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus berupaya mencari solusi dengan meminta perhatian pemerintah pusat. Asisten II Pemprov Bengkulu, RA. Denni, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat kepada presiden guna membahas langsung persoalan tersebut.
“Kita sudah buat surat ke presiden, pak Plt Gubernur ingin langsung melaporkan persoalan ini langsung ke presiden,” ujar RA. Denni.
Saat ini, Pemprov Bengkulu masih menunggu tanggapan dari pemerintah pusat atas surat yang telah diajukan. Jika ada respons positif, maka percepatan penanganan pendangkalan diharapkan segera dilakukan oleh pemerintah pusat.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat surat Plt Gubernur ke presiden ini ada tanggapan, sehingga pak Plt bisa diundang ke istana dan langsung bertemu dengan pak presiden,” tambahnya.
Upaya lain yang sempat dipertimbangkan adalah pembentukan perusahaan patungan antara para pengguna jasa pelabuhan. Namun, menurut RA. Denni, rencana tersebut masih terkendala oleh kebutuhan biaya yang tinggi dan berbagai persoalan teknis lainnya.
Dengan kondisi yang ada, Pemprov Bengkulu menilai bahwa solusi terbaik adalah keterlibatan langsung pemerintah pusat dalam menangani permasalahan pendangkalan ini.
“Kita minta pusat dapat mengakomodir, makanya pak Plt Gubernur minta langsung menghadap pak presiden. Ini dilakukan agar diakomodir pusat, kalau di tingkat daerah tidak memungkinkan lagi,” tutupnya. (Annisa)