BENGKULU, Investigasi. News– Inflasi Provinsi Bengkulu pada bulan Februari 2026 tercatat sebesar 3,88 persen year-on-year, yang masih termasuk dalam kategori zona hijau. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, dalam High Level Meeting yang dipimpinnya di Aula Merah Putih, Kota Bengkulu, Senin (16/3).
Acara yang dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan R.A. Denni, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat tersebut juga membahas upaya pemeliharaan stabilitas ekonomi daerah.
Menurut Mian, capaian inflasi yang baik tidak terlepas dari peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan dukungan kepala daerah yang aktif memantau ketersediaan bahan pokok di lapangan. Ia juga menekankan pentingnya penguatan sektor komoditas yang diselaraskan dengan kegiatan ekonomi berbasis konsep 4K untuk mendorong pertumbuhan dan memelihara stabilitas ekonomi tengah proses pemulihan.
“Kepala daerah di kabupaten dan kota diminta aktif melakukan monitoring serta mengantisipasi risiko perubahan cuaca ekstrem, serta memastikan ketersediaan stok pangan, terutama menjelang Idulfitri 1447 Hijriah,” tegas Mian.
Sementara itu, Wahyu Yuwana Hidayat berharap tren positif yang dicapai Bengkulu dapat terus dipertahankan agar daerah ini tetap menjadi contoh baik di tingkat nasional.
Penulis: Leonny







