Beranda blog Halaman 8889

Rustam Effendi, Segera Isi Kekosongan Jabatan Wawako Padang

0

PADANG, INVESTIGASI – Bursa perebutan posisi Wakil Walikota antara Partai PKS dan Partai makin memanas. Dua partai pengusung Mahyeldi – Hendri Septa bertarung ketat dalam perburuan BA 2 yang sudah hampir tiga bulan tanpa wakil walikota.

Partai PAN dan Partai PKS saat ini memperebutkan jatah Wakil Walikota Padang, semakin gencar dalam melakukan lobi politik. Mulai tingkat fraksi sampai tingkat DPP.

Menanggapi hal tersebut anggota DPRD kota Padang Rustam Effendi dari fraksi PAN, mengaku hal yang biasa dalam dinamika politik. Persoalan memanas dalam politik akan mencair juga.”Tetapi sebagai kader partai kami tetap akan siap mendukung siapa pun yang akan ditugaskan oleh DPP untuk menjadi wakil Walikota Padang tiga tahun kedepan,” katanya

Menurut Rustam Effendi terlalu lama posisi wakil Walikota Padang tak terisi juga kurang baik.”Makanya, kita berharap segera mengisi kekosongan itu. Sehingga, siapapun yang terpilih akan mendamping Hendri Septa dalam membangun Kota Padang,” imbuhnya.

(Herman Jetar)

Mengenal Lebih Dekat Ir. Fhatol Bari, Kadis PUPR Sumbar (Bag 1)

0
Suasana keakraban sangat kental, saat bertemu dengan Ir. Fhatol Bari, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumbar.

PADANG, INVESTIGASI_Santun dalam bertutur kata, pembawaan yang tenang dan menyejukkan, membuat suasana diskusi makin nyaman. Tak ada raut keletihan, wajah kejenuhan, meski sejibun rutinitas membelenggunya menjadi seorang Kepala Dinas. Apalagi, jabatan diembannya, butuh tanggungjawab besar dan konsentrasi penuh membangun infrastruktur di Sumbar.

Kata kata meluncur sejuk, saat Fhatol Bari menceritakan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya. Membangun infrastruktur membutuhkan konsentrasi penuh dan merangkul berbagai pihak. Melobi pusat agar dana pembangunan untuk Sumbar makin deras, juga butuh dukungan berbagai pihak, termasuk anggota dewan provinsi maupun pusat.

Fhatol Bari yang sudah puluhan tahun menjabat sebagai Kepala Dinas PU dibeberapa kabupaten dan provinsi, sudah terbukti ‘lecut tangannya’. Beberapa tahun menjadi Kepala Dinas PU di Kabupaten Pesisir Selatan, Fhatol Bari sukses membangun infrastruktur di Nagari Sejuta Pesona itu. Atas prestasi itu, Kabupaten Solok dibawah kepemimpinan Gusmal memanggil Fhatol Bari untuk membantunya membangun infrastruktur di daerah tersebut.

Bahkan, saat terjadinya pergantian bupati dari Gusmal kepada Syamsu Rahim, Fhatol masih dipercaya menjadi Kadis PU. Dua bupati, Fhatol tak tergantikan menjadi Kadis PU. Setelah sukses membangun infrastruktur di Kabupaten Solok, Fhatol ditarik Irwan Prayitno menjadi Kadis PUPR Sumbar. Sejak tahun 2017, efektif menjalankan tanggungjawab menjadi Kepala Dinas PUPR Sumbar, Fhatol sukses menyulap infrastruktur di Sumbar.

Meski, beragam persoalan, berderet kendala, namun Fhatol mampu mengatasinya. Kuncinya, merangkul berbagai pihak. Seperti di Kabupaten Solok menjadi Kadis di dua Kepala Daerah, di Provinsi Sumbar, Fhatol juga mendapat kepercayaan yang sama. Sejak 2016 dipercaya Irwan Prayitno sampai 2020, tahun 2021 Fhatol kembali dipercaya memegang jabatan Kadis PUPR Sumbar.

Padahal, tahun 2021 ini sudah berganti nakhoda Provinsi Sumbar dari Irwan Prayitno kepada Mahyeldi Ansharullah. Sungguh kepercayaan yang luar biasa dan prestasi membanggakan dari seorang Fhatol. Lalu bagaimana gebrakannya saat dipercaya menjadi Kadis PUPR Sumbar sejak 2016 sampai sekarang. Akan kita kupas lebih dalam lagi. Bersambung

Penulis
Suci Martia
Pimpinan Redaksi Investigasi.news

Pemkab Komit Jadikan Pasaman Tujuan Wisata Pavorit

0
Pasaman, Investigasi.News – Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman yang dipimpin Benny Utama dan Sabar AS, bertekad menjadikan daerahnya sebagai tujuan wisata dan mengupayakan sebagai destinasi wisata nasional dikarenakan bentang alam yang indah mempesona serta kearifan lokal yang terjaga lestari.

“Melalui dukungan penuh semua pihak, kami memiliki komitmen tinggi dan bertekad menjadikan daerah Pasaman sebagai daerah tujuan wisata favorite serta sebagai destinasi wisata nasional,” ujar Sabar AS, saat diskusi bersama pelaku wisata Pasaman di Balerong Pusako Anak Nagari, (08/06).

Adapun potensi wisata yang dimiliki Pasaman itu sangat beragam, mulai dari wisata alam, wisata sejarah dan wisata religi. Antara lain Museum Tuanku Imam Bonjol dan Equator di Bonjol, kawasan Cagar Alam Rimbo Panti dengan berbagai kekayaan flora dan fauna, kawasan wisata Puncak Tonang Lubuk Sikaping. Selain itu, Pasaman juga memiliki objek wisata yang dikelola baik oleh para pelaku wisata, seperti Ambun Water Park, Puncak Kemoyen dan masih banyak lainnya.

Sabar AS juga mengatakan, bahwa pembangunan wisata terpadu di Pasaman, khususnya di Kecamatan Bonjol yang saat ini mereka rumuskan, berpegang pada konsep pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Upaya pengembangan dan pengelolaan sumber daya yang dilakukan diarahkan agar dapat memenuhi aspek ekonomi, sosial dan estetika sekaligus dapat menjaga keutuhan dan kelestarian ekologi, keanekaragaman hayati, budaya serta sistem kehidupan masyarakat.

Untuk itulah, tambah Sabar AS, pengembangan kampung atau nagari wisata harus menerapkan pemberdayaan masyarakat lokal setempat serta prinsip-prinsip pelestarian dalam hal pemanfaatannya agar tidak melampaui daya dukung lingkungan.

“Kapasitas maksimum daya dukung dari suatu destinasi dalam mendukung kebutuhan berbagai pemanfaatan tidak akan merusak alam, budaya maupun lingkungan,” jelasnya.

Wakil Bupati Pasaman juga mengharapkan, masyarakat ataupun pemuda lokal untuk membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang legal dan professional. Karena, suatu objek wisata akan menimbulkan ‘Domino Effect Economy’, dan pelaku wisata yang bersinggungan langsung adalah masyarakat lokal.

Harapannya, Pokdarwis tersebut dapat segera menggerakkan potensi nagarinya masing-masing guna menjadikan sebagai destinasi unggulan di Pasaman. Bahkan menjadikan destinasi kampung wisata nasional.

“Tentunya ini bisa dicapai, jika semua pihak yang berkepentingan saling bahu membahu dalam mewujudkannya,” tutur Sabar AS.

Ia akan mengupayakan, melaporkan keberadaan potensi wisata di Pasaman tersebut kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno. Mengingat saat ini, pemerintah sedang gencar-gencarnya dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di tanah air.

Setelahnya, Wabup Pasaman dan OPD menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama OPD terkait, dalam rangka merumuskan arah pembangunan pariwisata Pasaman. Hal ini untuk pencapaian target Program Prioritas RPJMD 2021-2026. Yaitu, Kabupaten Pasaman menjadi daerah tujuan favorite para wisatawan. (R/Sc)