Beranda blog Halaman 8885

Peringati Hari Bersejarah Perang Kamang dan Perang Manggopoh ke-113, Dr. Novi Irwan,S.Pd.MM Sampaikan Nilai Juang

0

AGAM–Hari bersejarah Perang Kamang dan Perang Manggopoh ke-113, yang dilaksanakan secara virtual di dua lokasi berbeda dilaksanakan hari selasa (15/6).

Dalam kesempatan tersebut Dr. Novi Irwan,S.Pd.MM menyampaikan bahwa Dirgahayu Perang Mangopoh dan Perang Kamang ke 113 hari ini dipelopori oleh H. Abdul Manan, Dt. Rajo Pangulu dan Bundo Siti.

Dalam Perang besar terakhir setelah perang Padri. Semangat juang terus diwarisi generasi ke generasi. Semangat itu pula setelah perang ini yang membuat Muda Agam Bung Hatta, St. Syarir, H. Agus Salim, H. Rijal Abdullah berjuang dengan keilmuan tinggi bahkan sekolah keluar negri.

Generasi setelah perang ini berjuang dengan menulis, membangun organisasi, membangun sekolah/ pesantren dan diplomasi. Sehingga mereka merdekakan Bangsa Ini.

“Sekarang kita tetap berjuang utk kemajuan segala lini. Meningkatkan mutu pendidikan sehingga unggul generasi ke generasi, mutu produksi pertanian dll, mutu produksi UMKM dll sehingga dapat bersaing dalam pasar yg serba kompetitif saat ini”, papar Ketua DPRD Agam

” Semoga nilai juang tetap berlanjut dari generasi ke generasi dalam strategi dan model yang lain lagi”, harapnya.

Dengan adanya momentum ini, tokoh Muda Agam harus kembalikan pola pemikiran tokoh tokoh Agam se abat yang lalu dan juga awal Republik ini merdeka. Karena dari 9 tokoh utama pendiri Republik 4 adalah asal Agam, maka keilmuan/ pendidikan tinggi yang berkualitas, kegigihan, integritas dan konsistensi juga harus ditanamkan untuk generasi muda Agam”, tutup Novi Irwan.

Aji

Bahas Pelayanan Public, DPRD Agam Gelar FGD

0

Agam-Sebagai tahapan dalam pembahasan Ranperda Inisiatif Komisi I DPRD Agam penyelenggaraan pelayanan public yang diharapkan bisa tersaring optimal untuk mendorong maksimalnya mutu pelayanan terhadap masyarakat.

Dijadualkan Selasa,(15/6), DPRD Agam akan menggelar forum group diskusi (FGD) yang membahas penyelenggaraan pelayanan public di kabupaten Agam.

Disebutkan ketua DPRD Agam Dr.Novi Irwan melalui Hasneril, Kasubag.Humas-Protokol Sekretariat DPRD Agam, FGD tersebut dijadualkan akan dilaksanakan di ruang sidang utama DPRD Agam Selasa siang ini, menghadirkan berbagai unsur penting dalam konteks pelayanan public termasuk kalangan Pers yang mengamati kegiatan pelayanan.

Hasneril mengharapkan sesuai dengan upaya yang secara maksimal dilakukan tim komisi I DPRD Agam, FGD Ranperda Penyelenggaraan Pelayanan Publik itu bisa berjalan maksimal.

Pasalnya, DPRD Agam melalui Komisi I DPRD Agam, DPRD Agam secara maksimal berupaya memberikan yang terbaik untuk kepentingan pelayanan masyarakat, karena hal itu menjadi kekuatan penting dalam pelayanan terhadap masyarakat, sesuai amanah dan wujud tugas tanggungjawab”, tambah Hasneril.

“ Kita berharap, FGD Penyelenggaraan Pelayanan Publik itu, bisa berjalan optimal, dengan berbagai masukan penting, yang sasarannya untuk kepentingan pelayanan terhadap masyarakat, “ tutup Hasneril.

(Aji)

Rumuskan Masukan Warga Salingka Danau Maninjau, Balitbang Harapkan Semua Bisa Diskusi

0

AGAM_ Memperkaya kajian Balitbang Sumbar untuk merumuskan suatu kebijakan, dalam mencari solusi mata pencaharian alternatif bagi masyarakat di salingka Danau Maninjau.

Kepala Balitbang Provinsi Sumatera Barat, Dr. Reti Wafda mengatakan, aspirasi atau masukan yang disampaikan warga salingka Danau Maninjau, dalam Focus Group Discussion (FGD) mata pencaharian alternatif sangat komprehensif.

FGD ini diikuti wali nagari, ninik mamak, tokoh masyarakat dan petani KJA salingka Danau Maninjau yang digelar bersama Tim Majelis Pertimbangan Kelitbangan Sumbar, beberapa pimpinan OPD Sumbar, Bupati Agam diwakili staf ahli, Isman Imran, pimpinan OPD Agam dan camat, di aula Kantor Camat Tanjung Raya, pada hari senin (14/6/2021).

“Masukan dari warga ini berdasarkan fakta dan data, sehingga persoalan yang ada di lapangan bisa dirumuskan,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini perguruan tinggi sudah banyak melakukan penelitian terhadap persoalan di lapangan, tapi sifatnya masih terpisah. Maka pihaknya coba merangkum dan membuat kesimpulan dari penelitian itu.

Kesimpulan itu, katanya, akan dirumuskan karena kebijakan tidak akan lengkap jika hanya dari sepihak, sehingga dilengkapi dengan berdiskusi langsung dengan masyarakat.

Hal ini, katanya, bisa berikan acuan arah kebijakan yang lebih komprehensif dan sustanable, baik dari pendapatan, kondisi lingkungan yang dapat dinikmati anak cucu nantinya.

“Artinya, bagaimana ekonomi masyarakat bisa berjalan dan meningkat, dengan kondisi lingkungan tetap terjaga,” sebut Reti.

Apabila masukan mayarakat dari salingka Danau Maninjau sudah dihimpun, maka pihaknya akan melakukan diskusi internal untuk merumuskan hasil dari pertemuan tersebut.

Kemudian dibahas dalam sidang pleno Majelis Pertimbangan Kelitbangan Sumbar, yang di dalamnya ada aspek pariwisata, ekonomi dan perikanan.

“Setelah sidang pleno, hasilnya dirumuskan dan disampaikan kepada kepala daerah dan pemerintah pusat,” terangnya.

(Aji)